Tampilkan postingan dengan label AnalisaTeknikal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AnalisaTeknikal. Tampilkan semua postingan

Trik Pair EUR/USD


Pair Euro/Usd dalam kesehariannya memang kelihatan stabil, sebetulnya apabila kita perhatikan secara teliti, pair tersebut sangatlah sensitif terhadap berita ekonomi, apalagi berita ekonomi dari negara - negara eropa. Misalnya saja Italia, Yunani dan lainnya, setiap berita dari USD tentunya. Belum lagi berita yang membahas mengenai Nonfarm Payroll, dimana setiap Jum'at pertama awal bulan, sekitar jam 8.30 malam.


Dahsyatnya pergerakan indeks yang pernah saya alami hingga 300 point dalam semalam saja. USD juga sangat sensitif terhadap Oil, jadi jangan heran apabila bulan ini berita ekonomi USA tentang gas dan oil meningkat atau menurun drastis nilainya, akan terjadi lonjakan atau penurunan yang dahsyat, yang dapat kita raih dari pergerakan ini adalah take profit sebanyak-banyaknya apabila anda dapat melihat dari pergerakan pasar. Saya sendiri lebih senang jika mengambil profit minimalis, antara 50 - 100 point.

Misalkan pergerakan harga menunjukkan sedang naik ataupun turun dimata uang EUR/USD, maka saya lebih senang jika melakukan buy/sel dengan take profit 50 - 100 pips. Karena setiap candle stick di EUR/USD daya kekuatan naik turunnya indeks sangat kuat, beda jika di USD/JPY, jika pasar stabil, 50 - 100 pips saja sangat susah, apalagi 50 pips, tentu untuk mendapat profit di USD/JPY ini mempunyai trik sendiri untuk itu. Berikut Trik cara membaca suatu trend market pada pair EUR/USD 
  1. Saya open posisi menggunakan Indikator Ichimoku, Parabolic SAR, Zig-zag dan Time Frame 15 
  2. Jika anda lihat pada gambar diatas, dimana pada indikator Parabolic SAR yang berwarna orange, menunjukkan sebuah trend yang sedang terjadi, yaitu trennya sedang turun atau Bearish.
  3. Apabila trendnya sedang turun maka kita harus pintar dalam mengambil posisi dengan cara melakukan Sell jika: 
Indikatornya mengarah kebawah, seperti yang dapat anda lihat pada gambar diatas. Indikator Candel Stick yang menunjukkan sebuah tekanan. Jadi dua tanda tersebut yang selalu diperhatikan, dan waspadai ialah jangan melakukan order Sell kembali jika telah profit 50 - 100 point, sebelum melihat bagaimana arah stochastic fast. Sifat dasar dari forex adalah naik turun, jadi meski trend bullish, naiknya indeks tidaklah tegak lurus, tetapi turun sedikit, kemudian naik lagi dan seterusnya. Jadi trik ini cocok untuk anda yang memiliki koneksi internet unlimited. Dan anda selalu melihat grafik indeks agar dapat banyak profit dan hafal dengan sifat-sifat pair EUR/USD.

Waspadailah apabila garis indeks berbalik dan memotong sebuah tren yang dapat anda lihat pada indikator Ichimoku diatas.  Anda coba lihat pada garis Indikator Ichimoku Kinko Hyo (Berwarna Merah), biasanya akan meluncur kebawah melewati bar histogram dan itu berarti trend turun, jadi kita tinggal mengikuti saja. Apabila trend sedang Naik/Bullish, maka lakukan Buy jika stochastic fast menunjukkan arah kebawah dan ada dua candel stick mengarah kebawah juga, dengan 50 pips saja sudah oke.

Lebih bagus lagi jika jarak antara Ichimoku kinko hyo dan garis candel stick indeks jaraknya jauh maka bisa dipastikan daya naik turunnya sangat kuat. Sifat Euro/Usd juga terkenal sideway, jika sudah naik, maka akan terus naik sebelum ada berita ekonomi yang baru muncul dan mengubah arah dari pergerakan trend dari pair tersebut.

kesimpulan : 
Jangan melakukan order apabila garis Ichimoku kinko hyo mengarah horisontal, karena pada masa tersebut dapat dikatakan riskan untuk melakukan order. Maka kadang terdiam sesaat untuk memastikan suatu pergerakan selanjutnya adalah cara terbaik, yaitu menunggu berita muncul atau trend yang baru maka kita harus mengikutinya. Apabila anda melakukan order pada pair mata uang EUR/USD lihatlah berita ekonomi, karena pair tersebut sangatlah tergantung dari situasi dan kondisi dari negara eropa, salah satunya pada Berita Forex, disana anda dapat melihat jam berapa berita ekonomi Eropa dan Amerika muncul.

Biasanya pasar sangat aktif pada jam 14.00 yaitu disaat pasar Eropa buka, dan berita dari Eropa biasanya antara jam 14.00-22.00. Kemudian menyusul dari Amerika sekitar jam 20.00 pasar sangat aktif, dan menjelang berita dari Amerika, bersiaplah anda profit sebanyak mungkin dengan mengikuti pergerakan dari sebuah tren. Usahakan selalu menggunakan modal 1/20 dari modal awal anda, sebagai jaga-jaga jika pergerakan harga berbalik arah. 

Artikel ini hanya sebagai informasi dalam berbagi pengalaman bukan untuk menggurui anda, jadi analisa terbaik adalah dari pengamatan anda sendiri. Karena bagaimanapun juga seorang trader harus punya insting dan Teknikal serta analisa Fundamental sendiri yang selalu menjadi pertimbangan. Salam dan sukses selalu untuk anda, Selamat mencoba.

Trading di Akhir Pekan


Dulu, saat awal-awal belajar trading, ada temen trader yang ngasih saran, sebaiknya jangan trading di hari Jum’at.  Dia begitu serius dalam memberikan saran tersebut, sampai-sampai kesan yang saya tangkap saat itu adalah trading di hari Jum’at adalah satu hal yang “tabu”.

Alhasil, selama beberapa minggu setiap hari Jum’at, saya cuma buka trading platform dan asyik mengamati chart, kadang sampai berjam-jam, tanpa berani melakukan open position hihihi…  Untunglah, kemudian saya coba mencari second opinion, bertanya kepada temen-temen trader yang lain, apakah mereka memang tidak melakukan open position di hari Jum’at.

Ada banyak jawaban yang saya terima saat itu. Mulai dari yang serius, seperti "iya sebaiknya memang berhati-hati kalo trading di hari Jum’at, apalagi di jam-jam akhir menjelang market tutup." Alasannya? "karena hari Jum’at untuk sebagian besar trader adalah hari terakhir ngejar target mingguan, jadinya banyak yang rada nekad take profit." Ada juga sih yang jawabannya lebih lugas, katanya "gak ada bedanya antara hari Jum’at dengan hari-hari yang lain, asal system yang dianut mendukung untuk open position, ya open position-lah."  Bahkan katanya, seringkali satu posisi ada yang dia biarkan terfloating selama berminggu-minggu! Nah lo… hihihi…

Atau yang lebih konyol lagi malahan menjawab "owh… iya, bener… hari Jum’at itu bukan hari yang baik untuk trading, terutama Jum’at Kliwon…" Halah…  Kalo yang ini mah pake indikator ki joko bodo mungkin… hihihi…

Karena saking beraneka jawaban yang muncul, akhirnya saya memutuskan untuk tau apa dan bagaimana efek trading di akhir pekan, saya harus mencobanya sendiri memang gak sippp kayaknya kalo gak ngalami sendiri segala sesuatu. Termasuk juga mengalami sendiri loss atau profit karena adanya gap yang kadang terjadi di akhir-awal pekan. Jadilah akhirnya saya justru sering mencoba trading di hari Jum’at. Hihihi… Terkadang gak ada hal istimewa yang terjadi. Dalam artian, gerakan suatu pair tidak banyak melenceng dari sifat aslinya, dan di awal pekan kemudian juga gak ada gap yang terjadi. Yah, klo gap cuma sekitar 5 pips mah masih wajarlah

Tapi, terkadang juga terjadi gap yang lumayan di awal pekan. Saya bilang lumayan, karena bisa langsung melampaui TP atau menyabet SL kita hehehe… Apa dan bagaimana sih sebenernya gap itu? Secara umum, bisa dijelaskan bahwa gap di awal pekan itu terjadi karena nilai matauang suatu negara dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk tentunya faktor ekonomi, politik dan faktor-faktor lainnya yang terkait dengan kegiatan  dan kejadian yang dialami oleh negara bersangkutan. Berbagai macam kejadian tersebut tentunya tidak kenal yang namanya “libur” , sehingga mau tidak mau tetap berjalan dan terjadi meskipun di akhir pekan, saat market tutup. Nah, terkadang kejadian atau peristiwa yang istimewa dapat membuat nilai matauang sebuah negara melonjak ataupun anjlok, sehingga pada saat market buka di awal pekan, terjadi lonjakan atau anjlokan harga pada satu pair. Itulah yang sering kita sebut sebagai gap.

Terus, bagaimana kita mensikapi kemungkinan adanya gap tersebut? Yah, itu kembali kepada gaya trading masing-masing trader sih  Ada yang memang lebih memilih menghindari gap tersebut sehingga cenderung menutup posisi sebelum market tutup. Ada juga yang membiarkan sebuah posisi terbuka di akhir pekan, hanya saja di lindungi dengan SL atau hedging/locking. Ada bahkan yang justru mencari keuntungan dari gap yang diharapkan terjadi dengan memasang pending order sesaat menjelang market tutup.

Semuanya kembali ke selera masing-masing trader sih. Anda bebas memilih, apakah akan menghindari, menghadapi atau justru mencari gap ini. Jadi, trading di akhir pekan? Yah, kenapa tidak, Asal kita tau dan sadar segala resiko yang mungkin terjadi, semuanya tergantung kepada kita sendiri. Gak ada hari yang tabu kok buat trading. Lah, klo semua trader libur di hari Jum’at… wah, bakalan gak seru tuh… ntar pair gak ada yang gerak dong ahh…

Trading Breakouts


Apa sih trading breakouts ini?

Mmm... intinya sih, kita memanfaatkan gerakan ekstrim dari pair sehingga kita bisa masuk di saat yang tepat untuk memanen pips.  Siapa sih yang gak mau dapet pips besar dalam tempo yang singkat? Hehehe…  kayaknya semua mau deh…  Nah, untuk bisa memanfaatkan saat-saat yang mengasyikkan ini, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui. Yang pertama tentunya bagaimana kita bisa mengindentifikasi bakal terjadinya breakout ini.

Ada beberapa alat yang bisa kita gunakan untuk mengidentifikasi breakouts. Salah satunya adalah pemahaman tentang chart pattern. Breakouts bisa terjadi sebagai kelanjutan dari sebuah trend, atau bisa juga berupa reversal dari major trend.

Breakouts pada market seringkali terjadi pada tingkat harga tertentu, misalnya saat level harga menyentuh level support-resistant, level fibo atau high-low harian atau saat terlihat pattern-pattern tertentu.

Untuk kali ini, saya akan mencoba membahas cara lain mengidentifikasi breakouts, yaitu dengan menggunakan trendlines dan channel. Menggunakan trendline sebagai pengindentifikasi breakouts bisa dilihat dalam gambar berikut:


Pada ilustrasi di atas, trendline kita tarik dari low ke low dan berlaku sebagai support level. Saat harga menembus support level tersebut, biasanya akan terjadi breakout  Breakout juga bisa diidentifikasi dengan menggunakan channel seperti ilustrasi berikut:



Trend line yang kita tarik berfungsi sebagai  support-resistant level. Pada channel  yang naik, saat harga menembus level support, kemungkinan besar akan terjadi breakout Trading Breakouts memang menarik untuk dilakukan, karena saat-saat terjadi breakouts ini bisa dikatakan sebagai saat panen raya. Hehehe… Namun demikian, kita perlu tetap waspada, karena ada pula saat terjadi breakouts yang “menipu”. Yah…, namanya juga dunia nyata, kadang tidak selalu seindah dalam dongeng kan? Hihihi…

Bagaimanapun, trading breakouts ini adalah salah satu cara yang perlu kita ketahui sebagai salah satu senjata kita dalam memahami dan mengikuti tarian market

Happy trading

Strategi Forex Scalping


Banyak trader Forex Profesional menggunakan strategi Forex Scalping dan mendapatkan keuntungan yang berlimpah. untuk lebih jelasnya, silahkan anda simak mengenai Ulasan Strategy Scalping dibawah ini.

Strategy Forex Scalping membantu para trader forex untuk membuat keuntungan yang sangat cepat di pasar forex. Kebanyakan para pemula menggunakan strategi scalping untuk mendapatkan keuntungan yang cepat, karena dikaitkan dengan trend jangka pendek. Namun tanpa rencana forex trading yang tepat, strategi ini dapat menimbulkan kerugian lebih dari keuntungan bagi para pedagang forex. Pedagang yang mengikuti strategi forex scalping dikenal sebagai Scalpers. Scalpers tinggal di pasar forex untuk waktu yang sangat sedikit. Para trader membuat beberapa pips profit lagi dan lagi.

Para trader biasanya melakukan trading dan menunggu waktu yang lama untuk mendapatkan keuntungan tertinggi, namun Scalpers mendapatkan keuntungan kecil dalam beberapa detik dengan jumlah trading yang banyak pada hari yang sama. Teknik forex scalping bermanfaat jika trader tidak bisa online dalam waktu yang lama. Forex Scalping memastikan bahwa trader menutup semua perdagangan nya dalam beberapa menit atau kadang-kadang detik. Namun banyak broker forex yang tidak mengijinkan trader untuk menggunakan strategi scalping ini karena dapat menempatkan bisnis mereka dalam risiko. Ada banyak forum online yang membantu untuk memahami dan menggunakan teknik ini.

Scalpers memerlukan kecepatan dan konsentrasi yang baik untuk mendapatkan keuntungan di pasar forex yang bergerak dengan cepat. Teknik Forex Scalping tidak dapat dilakukan selama jam kantor atau ketika tarder sedang sibuk dengan hal-hal lain, Meskipun menawarkan hasil yang cepat, tidak dianjurkan bagi pemula untuk memilih jenis strategi ini. Forex scalping sangat menegangkan dan pemula tidak dapat menangani pasar yang bisa dengan tiba-tiba bergerak dengan sangat cepat dan mengakibatkan kerugian.
Jika anda seorang Trader pemula, dan benar-benar tertarik dalam strategi scalping forex, ahli trading forex menyarankan untuk mencoba strategi scalping pada account demo terlebih dahulu sebelum mencobanya di pasar nyata. Dengan account demo trader pemula dapat menggunakan strategi scalping dengan uang palsu dan mengetahui keberhasilan dan keuntungan yang mereka mampu dapatkan. Setelah trader pemula mulai membuat keuntungan melalui scalping forex, pola yang sama dapat diterapkan di pasar riil (mata uang nyata).

Demikianlah ulasan dari saya mengenai Strategy Scalping, Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda mengenai Trading Forex.

Mengenal Indikator Average Directional Index Movement (ADX)


Average Directional Index Movement (ADX), yang dikembangkan oleh J. Welles Wilder, ialah indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui dari pergerakan kapan pasar mengalami trending, dan seberapa kuat atau lemah trend itu dan kapan trend terdapat kemungkinan dimulai maupun berakhir.

Indikator ini hanya menghitung kekuatan trend, terlepas dari naik atau turunnya. Indikator ini memungkinkan kita untuk menganalisis kecenderungan dari pergerakan pasar dan membuat keputusan dalam perdagangan dipasar Forex. Indikator ADX biasanya terlampir dalam grafik beriringan dengan dua garis yang disebut dengan Directional Movement Indicators (DMI). ADX sendiri merupakan rata-rata dari kedua garis tersebut. Dimana yang pertama adalah garis +D, yang mencerminkan seberapa kuat atau lemahnya uptrend dalam pasar. Kedua adalah garis -D, yang menggambarkan seberapa kuat atau lemahnya downtrend.

Sedangkan garis ADX merupakan penggabungan dari +D dan -D, namun tidak menunjukan apakah pasar sedang uptrend ataupun downtrend, hanya kekuatan dari keseluruhan trend. Seperti yang telah disebutkan diatas, ADX dapat mengukur kekuatan suatu trend. Dalam pengukurannya, ketiga garis diatas bergerak dalam rentang 0 dan 100. Namun,  perancangnya menetapkan 60 dan 20 sebagai batas ekstrim. Bila garis ADX bergerak diatas 40 dan terus menanjak, dapat mengindikasikan bahwa trend yang sedang berjalan cukup kuat, terlepas uptrend atau downtrend. Bila garis itu bergerak dibawah 20, maka mengindikasikan trend lemah dan pasar dalam kondisi ranging.

Sebagai contoh dari indikator tersebut, dapat anda lihat pada gambar dibawah ini :


Karena ADX mengukur sebuah kekuatan trend, maka para trader menggunakan indikator ini sebagai konfirmasi apakah pasar sedang mengalami trend, dan menghindari periode ranging dalam pasar, kondisi yang sulit untuk mendapatkan profit. Selain itu, dalam situasi ketika garis ADX bergerak dibawah 20, perancang menyarankan tidak trading trend based strategi ketika garis ADX dibawah kedua garis +D dan -D. Contoh ketika garis ADX dibawah +D dan -D


Pendekatan lain yang dapat digunakan oleh trader ialah dengan mengidentifikasi potensi awal suatu trend baru dalam pasar. Caranya adalah dengan memantau pergerakan garis ADX dari bawah 20 keatas sebagai sinyal pasar yang sedang menuju kesuatu trend baru. Semakin lama pasar ranging, maka semakin besar bobot yang diberikan oleh trader kesinyal ini. Contoh dimana terdapat sinyal perubahan trend dalam ADX.


Indikator ini juga dapat digunakan sebagai sinyal trend reversal. Ketika garis ADX bergerak diatas +D dan -D yang kemudian bergerak kebawah, maka ini sering dijadikan sinyal perubahan trend. Contoh dimana terdapat signal perubahan dalam trend pada ADX.


Terakhir yang digunakan oleh trader dalam ADX adalah crossover. Ketika garis +D menembus keatas garis -D, menandakan bahwa pembeli lebih kuat dari pada penjual, maka ini menjadi peluang beli. Ketika garis +D menembus kebawah garis -D, maka mengindikasikan penjual lebih kuat dari pembeli, maka ini menjadi peluang untuk melakukan open sell. Contoh Crossover dalam ADX.


Semoga pembahasan mengenai indikator ADX diatas, dapat memberikan pencerahan kepada anda mengenai indikator-indikator yang terdapat pada MT4.

Trading Dengan Stochastics


Stochastic merupakan salah satu indikator yang populer di kalangan trader. Namun ternyata banyak trader  yang belum terlalu paham bagaimana memanfaatkan indikator  yang dikembangkan oleh George Lane di akhir tahun 1950an ini. Yuk kita bahas sedikit tentang bagaimana memanfaatkan indikator ini untuk mendukung pengambilan keputusan dalam bertrading

Stochastic pada dasarnya menghitung nilai close terhadap range (high/low) untuk periode tertentu. Tampilan indikator ini di chart terdiri dari dua garis: %K : merupakan garis utama yang biasanya digambarkan dengan garis tebal %D : merupakan moving average dari %K, biasanya digambarkan dengan garis yang lebih tipis atau garis putus-putus Secara  teori, dikenal ada 3 type stochastic, yaitu full, slow dan fast stochastic. Meskipun di beberapa trading platform hanya tersedia 2 type stochastic, yaitu fast dan slow stochastic. Slow stochastic adalah versi yang lebih halus dari fast stochastic, sedangkan full stochastic merupakan versi yang terhalus. Secara umum, intepretasi dari indikator ini adalah: Buy ketika %K ada di bawah oversold level (dibawah 20) dan naik kembali ke level yang sama Sell ketika %K ada di atas overbought level (di atas 80) dan turun kembali ke level yang sama Intepretasi di atas yang paling sering digunakan oleh kebanyakan trader.

Sayangnya, hal tersebut hanya berlaku saat market dalam kondisi ranging alias bolak balik di satu range tertentu. Nah, ketika market dalam kondisi trending, indikator ini seringkali menghasilkan false signal. Lah, trus bagaimana memanfaatkan indikator ini di saat market dalam kondisi trending? Dalam kondisi trending, memang perlu sedikit adaptasi dalam membaca oscillator. Secara umum, ketika market sedang up trend, tentunya resiko untuk buy akan lebih kecil daripada sell. Demikian sebaliknya, pada saat market dalam kondisi down trend, akan lebih kecil resikonya apabila kita mengambil posisi sell. Jadi, saat market sedang up trend, untuk siap masuk ke market sebaiknya kita hanya mencari kondisi oversold yaitu saat stochastic jatuh di bawah oversold level (di bawah 20) dan naik kembali di level yang sama. Dan ketika market sedang down trend, kita hanya mencari kondisi overbought (di atas 80)dan turun kembali di level yang sama. Mendingan kita lebih hati-hati. Karena kalau kita mengambil seluruh sinyal overbought/oversell di market yang sedang trending, kita bisa terjebak oleh false signal alias sinyal yang menipu. Wadduhh… Saran saya sih… Kalau anda merasa kurang nyaman dengan kondisi ini, cobalah lirik pairs lain, siapa tahu kondisi market di pairs yang lain ada lebih cocok untuk anda. Atau…, standing a side is a position…  Jadi gak harus selalu maksa untuk masuk ke market.

Oya, cara lain memanfaatkan indikator stochastic adalah dengan melakukan divergence trading. Divergence terjadi apabila indikator mencapai high/low baru, sedangkan harga/market gagal mencapainya. Atau sebaliknya, harga/market mencapai posisi high/low baru, tapi indikator yang gagal mencapainya. Kedua kondisi tersebut mencerminkan bahwa harga/market tidak lagi  sekuat sebelumnya dalam memberikan kesempatan bagi trader untuk mengambil profit. Divergence trading diakui sebagai sinyal yang terpercaya di dunia forex loh....

Nah, yang hal terakhir yang ingin saya sampaikan berkaitan dengan dengan stochastic adalah… price action. Price action pada dasarnya bisa dikombinasikan dengan semua trading system maupun strategi, termasuk juga dengan overbought/oversold maupun divergence dan secara teoritis akan meningkatkan probalilitas keberhasilan indikator ini. Wah, kok bisa? Hehehe… iyaa… Soalnya, bagaimanapun, harga lah yang menentukan pada akhirnya, bagaimana semua indikator akan berperilaku, juga memberikan kita banyak informasi tentang arah kemungkinan akan mengambil di masa depan.

Full Indicator vs Naked Chart


Banyak temen trader, terutama yang baru belajar trading menanyakan: “indikator apa sih yang paling bagus?”

Saya selalu menjawab pertanyaan seperti ini dengan jawaban standar: “semua indikator bagus kok…  tergantung pemahaman kita terhadap indikator tersebut.”  Hehehe… terus-terang, itu jawaban yang paling “aman” daripada saya kemudian harus menerangkan satu atau bahkan beberapa indikator dari pegertian, cara bacanya, kelebihan dan kekurangan sampai ke pamahaman. Hehehe… ntar saya gak jadi trading dong…

Tapi bukan berarti jawaban itu saya berikan karena semata-mata males nerangin loh… Sebenernya kalau dilihat filosofinya ya memang seperti itu adanya. Indikator kan ada banyak sekali… Masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya. Tinggal kita aja yang pilih… mau pake yang mana. Atau kalau belom terpuaskan dengan indikator yang ada, ya bikin custom indicator sendiri ajah.

Memahami indikator itu mirip seperti memahami pasangan kita. Kita harus paham watak dasar dari indikator tersebut. Kita juga harus tau,kapan dia ngambek alias ngasih false signal dan juga mesti tau bagaimana cara ngerayunya atau mensikapinya… hehehe…  Sebaliknya, kita juga mesti tanggap, kalau pas dia lagi tersenyum alias ngasih sinyal yang terang benderang. Gak usah ragu deh… langsung hantam ajah… Hihihi…

Ok deh… setelah paham satu indikator, biasanya kita akan terpacu untuk memahami indikator yang lain. Mulai deh… muncul masalah baru… Banyak temen trader yang malahan mengeluh setelah tahu banyak indikator… “makin banyak tau kok jadi makin ragu yaa?” Hehehe… banyak yang malahan merasa, trading jadi terasa ruwet setelah “agak” paham tentang indikator. Masih inget juga sih, sempet terlintas di benak saya setelah rada ngerti tentang beberapa indikator. “wew… kok malah jadi bikin ragu untuk open nih? Mendingan dulu, waktu belom pake indi, OP hanya menurut feeling ajah… malahan lebih mantaps tuh…” hihihi… Nah, jadi gimana tuh?

Perlu gak sih kita paham banyak indikator? Terus juga, idealnya, ada berapa indikator yang kita pasang di satu chart? Wah, klo ditodong seperti itu, paling-paling saya juga menjawab dengan jawaban”aman” lagi: “secukupnyalah…  biasanya sih saya pake satu indikator untuk ngeliat trend, satu indikator untuk ngeliat momentum, dan satu indikator untuk ngeliat batasan support-resistant.”

Paling-paling setelah itu, pertanyaan berlanjut dengan: “coba liat chart-nya dong… indi apa yang biasanya dipake?” Mmm.. . ya udah, saya jawab apa adanya aja. Saya biasanya pake indi bla bla bla… dengan settingan begini begitu… atau.. kalo lagi males ya cukup naked chart ajah.

Nah kan, akhirnya keluar juga deh… bahwa ternyata indikator bagaimanapun juga cuma alat bantu. Keputusan tetap sepenuhnya ada di tangan kita. Indikator cuma berperan meningkatkan tingkat keyakinan kita terhadap tingkat keberhasilan keputusan kita. Jadi suka-suka kita ajah… mau pake indikator bertumpuk-tumpuk di chart kita… atau cukup pake naked chart, alias candlestick doang… asalkan kita bisa yakin dalam mengambil keputusan, itu semua terserah kita. Itulah enaknya trading… Gak ada keharusan apapun, termasuk keharusan dalam memilih dan memakai indikator. Kalau kata salah seorang mentor saya “suke-suke kite lah…” Hehehe… So, gak usahlah  kelamaan bingung pilah-pilih indikator… pilihlah yang paling mudah dipahami, atau… pake aja naked chart.

Enjoy your trade

Trik 25-50 Pips


Bangun pagi paling lambat jam 05.00 WIB, kalo bisa sebelum market buka jam 04.00 WIB lebih baik. heheheh... jadi sholat subuh dulu sebelum trading, berdoa supaya profitnya maksimal.

Trading di pair EU,GU,UJ,EJ,UC kalo mau trading di pair lain silahkan, mungkin tekniknya sama. TF terserah, saran saya M1, M5, M15 biar gampang ngeliatnya. MM disarankan balance/1000

contoh balance : $100, lot berarti 100/1000 = 0.1

Caranya

  1. Download indikator pivot di sini
  2. Liat current price pada saat itu, apakah diatas pivot (antara pivot -R1/R1 -R2/R2 -R3) atau dibawah pivot (antara pivot -S1/S1 -S2/S2 -S3)
  3. Jika diatas pivot pilih BUY dengan TP 10 point (jika current price sudah mendekati R1/R2/R3 (kurang lebih 10 point) disarankan TP 5 point saja
  4. Jika dibawah pivot pilih SELL dengan TP 10 point (jika current price sudah mendekati S1/S2/S3 (kurang lebih 10 point) disarankan TP 5 point saja
  5. Jika price sudah melewati R3/S3 disarankan TIDAK OPEN POSISI
  6. Cek sekitar jam 6.30 WIB - 7.00 WIB insya Allah sudah profit/kena TP
  7. Lakukan dengan konsisten, insya allah profit dan bisa mecukupi kebutuhan hidup anda

Selamat mencoba, sukses untuk Anda

Prinsip Dasar Analisis Teknikal Forex


Ada 4 prinsip yang digunakan sebagai asas dalam melakukan Analisis teknikal, yaitu:

Market price discount discount everything,
Yang dimaksud dengan market price discount discount everything adalah kejadian-kejadian yang dapat menyebabkan gejolak dalam bursa valuta asing (trading forex) atau harga mata uang suatu negara secara keseluruhan. Adapun kejadian-kejadian tersebut bisa datang dari faktor ekonomi, politik fundamental, dan termasuk juga kejadian-kejadian yang tidak dapat di prediksi sebelumnya seperti adanya peperangan, bencana alam, dan lain sebagainya. Semuanya itu akan tercermin pada harga pasar.

Price moves in trend,
Makna dari  price moves in trend adalah harga mata uang asing akan tetap bergerak dalam satu trend. Harga mulai bergerak ke satu arah, entah harganya turun atau naik. Trend akan terus berlanjut (trend naik atau trend turun) hingga pergerakan harga memperlambat dan memberi peringatan sebelum berbalik dan bergerak ke arah yang berlawanan.

Volume confirm the trend,
Berfokus pada pergerakan harga. Volume digunakan sebagai acuan untuk menentukan terjadinya suatu trend, baik trend yang bersifat bullish maupun sebuah trend yang bersifat bearish.

History repeats itself,
Analisis teknikal pada Forex juga menggambarkan faktor psikologi para pelaku pasar. Dengan gambaran tersebut, maka pergerakan yang berulang  dapat dijadikan acuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa yang akan datang.

Penjelasan Formasi Candlestick


I. The Bullish Candlestick Formations 

Ini semua adalah Bullish pattern. Beberapa diantaranya menandakan strong bullish pattern. Sedikit panduan sederhana, apabila ditemukan formasi-formasi berikut maka kemungkinan yang terjadi adalah sebuah trend bullish akan segera terjadi.


1. Hammer
Anda pasti dapat menduga mengapa disebut hammer. Hammer terjadi setelah trend menurun yang kuat. Jika terjadi setelah trend menguat yang tajam maka disebut hanging man. Bentuknya seperti bullish pattern dengan lowest price yang dalam serta tidak memiliki highest price.


2.  Piercing Line

Candle pertama adalah bear candle yang panjang diikuti bull candle yang juga panjang. Bull candle muncul dibawah bear candle tetapi tidak sampai separuh dari bear candle.


3. Bullish Engulfing Lines
Merupakan bullish pattern yang kuat dan terjadi setelah downtrend yang cukup besar (dan biasanya merupakan trend balik / reverse). Terjadi ketika bearish kecil disusul bullish yang besar.


4. Morning Star
Pattern seperti ini menandakan harga telah mencapai titik bawah (support) yang potensial. Munculnya star (candle yang ditengah) mengindikasikan akan terjadi trend balik bila diikuti bullish pada candle berikutnya. Star dapat berupa bull candle atau bear candle.


5. Bullish Doji Star
Star seperti ini menunjukan trend balik yang sifatnya masih tidak pasti. Jika tidak ada indikator pendukung lainnya yang memastikan trend akan berlangsung, disarankan untuk wait and see terlebih dahulu.


6. Long Bearish Candle
Bearish candle terjadi ketika harga dibuka dekat pada highest price dan ditutup dekat pada lowest price.


7. Hanging Man
Terjadi setelah uptrend yang signifikan. Terdiri dari dua candle dengan lowest price yang jauh kebawah tanpa highest price. Pattern seperti ini adalah kebalikan dari hamer pada bullish candlestick formation.


8. Dark Cloud Cover
Merupakan bearish pattern. Akan lebih kuat pengaruhnya apabila candle kedua muncul dibawah dari bullish candle pertama.


9. Bearish Engulfing Lines
Merupakan bearish pattern yang cukup kuat apabila terjadi setelah uptrend dan merupakan reverse pattern. Terjadi setelah bullish candle kecil diikuti bearish candle yang besar.


10. Evening Star
Menunjukan bahwa harga sudah mencapai titik  resistance point-nya. Star (candle yang ditengah) menunjukkan kemungkinan terjadi trend balik berupa bearish. Star dapat berupa bear candle atau pun bull candle.


11. Doji Star
Seperti pada bullish doji star, demikian doji star seperti ini menunjukan bearish trend dengan periode yang tidak pasti. Diperlukan penguat seperti evening star untuk memastikannya.


12. Shooting Star
Merupakan trend balik minor. Star harus memiliki highest price yang cukup panjang untuk dapat dikatakan shooting star.



II. Neutral Candlestick Formations 

Formasi candlestick netral tidak menunjukkan uptrend maupun downtrend. Untuk keadaan seperti ini disarankan wait and see.


1. Spinning Tops
Benar-benar simetris dan jarak antar open dan close tidak terlalu besar. Tidak ada kepastian apa yang akan terjadi setelahnya.


2. Doji
Seperti Doji pada formasi bullish atau pun bearish. Posisi seperti ini menandakan ketidak pastian trend yang akan terjadi serta periodenya.


3. Double Doji
Nah untuk model double doji seperti ini kemungkinan yang akan terjadi adalah “breakout” untuk ketidak pastian yang terjadi. Namun demikian model breakout yang akan terjadi tetap tidak dapat dipastikan dari hanya formasi ini. Harus ada pendukung lainnya.


4. Harami
Model seperti ini mengindikasikan berkurangnya momentum trend yang akan segera diikuti berakhirnya trend. Terdiri dari candle dengan ukuran yang lebih kecil berada ditengah-tengah candle yang lebih besar sebelumnya. Pada contoh disamping menandakan berakhirnya bullish trend karena bullish disusul oleh bearish candle yang lebih kecil.



III. Reversal Candlestick Formations 

Nah, formasi ini khusus untuk trend balik / reversal.


1. Long-legged Doji
Sering menunujukkan titik balik. Terjadi ketika open dan closing price adalah sama dengan highest dan lowest price relatif besar.


2. Dragonfly Doji
Juga merupakan titik balik. Hanya saja disini menunjukkan bahwa lowest price-nya jauh lebih besar dibanding highest price.


3. Gravestone Doji
Open dan close serta lowest price adalah sama. Sementara highest price jauh meninggi.


4. Stars

Nah ini adalah bintang reverse. Posisinya berada diatas dari candle sebelumnya yang berjenis sama. Seperti pada formasi lainnya, kondisi seperti ini menunjukkan reversal trend mungkin terjadi.

Setelah saya bentangkan begitu banyak formasi, pastilah timbul pertanyaan dalam diri Anda "Ada begini banyak formasi, bagaimana dapat saya gunakan secara efektif untuk digunakan dalam ber-trading?"
Jawabannya sederhana (meski tidak semudah menuliskannya disini). Sering-seringlah digunakan dan melihat referensi!! Itu saja, maka Anda akan terbiasa. Saya sendiri sejujurnya tidak hafal semua formasi yang ada. Hanya beberapa yang saya anggap penting saja. Dan yang perlu diingat, konfirmasi hanya dengan membaca formasi seringkali menimbulkan false signal. Perlu dukungan yang lebih kuat dengan keberadaan indikator lainnya. Hal lainnya lagi, indikasi yang diberikan dalam candlestick formation biasanya hanyalah memberikan indikasi trend dalam jangka waktu yang sangat pendek (tidak lebih dari 7 candle). Sulit menentukan trend dalam jangka waktu panjang dengan candlestick.

Ok, sampai disini pelajaran mengenai Candlestick. Dilain bagian akan saya terangkan yang lebih jauh mengenai penggunaan indikator dalam analisa teknikal.




Menentukan Support dan Ressistance


Ada 2 (dua) cara yang paling mudah menentukan Support & Resistance yaitu :

1. Titik tertinggi dan terendah dalam suatu periode.

Nah ini adalah cara yang paling sederhana. Ada juga yang menyebutnya sebagai metode klasik berhubung cara menentukannya cukup dengan menarik garis horizontal secara manual semata-mata.

Tapi jangan anggap sepele metode klasik ini karena bahkan hingga hari ini metode menarik garis manual seperti ini masih banyak digunakan oleh teknikalist.

Lantas, bagaimana caranya?

Hal pertama yang perlu Anda pahami dengan menggunakan cara klasik seperti ini adalah Anda harus mengetahui history pergerakan tertinggi dan terrendah dari pasangan mata uang yang sedang Anda analisis pada periode waktu tertentu. Periode yang dipilih haruslah tidak boleh terlalu panjang supaya rentang support dan ressistance jangan terlalu besar namun juga tidak boleh terlalu pendek sehingga menyulitkan kita menentukan kapan harus mengambil posisi berhubung jarak antara Sup-Res yang terlalu pendek.

Nah begini contohnya: misal GBPUSD pada Time Frame 1 jam mempunyai titik tertinggi di 1.9750 dan terendah di 1.9670. Maka Resisten GBPUSD untuk 1 jam adalah 1.9750 dan Support di 1.9670. Mudah bukan?

Sekarang mari perhatikan gambar berikut ini:




Ya, ya, memang gambarnya kecil sekali sehingga angka-angkanya tidak kelihatan. Ini adalah grafik GBPUSD dengan TF 4 Jam. Pada saat gambar ini diambil, GBPUSD sedang berada di 1.9699 dan seperti telah Anda lihat pada gambar, kita memiliki beberapa history harga tertinggi dan terrendah. Dengan demikian pada titik-titik inilah kita menarik garis secara manual (garis biru dan merah) sebagai batas titik support dan resistance.

2. Simple Moving Average Periode Besar

Apakah Anda tahu indikator Moving Average? Indikator ini biasanya digunakan untuk memprediksi trend pergerakan harga. Namun apabila Anda mengeplotnya dalam periode yang lebih besar maka MA dapat berguna sebagai garis Support atau Resistance harga. Dan kelebihannya dibandingkan dengan metode klasik seperti contoh sebelumnya adalah garis support atau resistance ini bersifat dinamis mengikuti pergerakan harga. Menarik bukan?

Mari kita lihat MA periode 100. Garis yang ditunjukan oleh MA 100 adalah Resistance untuk GBPUSD pada sebuah Time Frame.


Terlihat Resistance dari GBPUSD pada Time Frame 1 jam adalah pada 1.9883 sesuai dengan garis Moving Average yang terakhirnya. Namun sayangnya metode ini tidak dapat menentukan garis Support dan Resistance, hanya dapat salah satunya saja entahkah Supportnya atau Resistancenya saja. Dalam contoh kita kali ini kita dapat mengetahui titik resistance dari harga namun tidak supportnya. Anda harus menggunakan metode lain untuk mencari support.

Indicator Fractal Dimension


Beberapa trader bisa mengikuti signal trading menggunakan metode tertentu. Walaupun ada pula trader yang susah sekali mengikuti indikator lain padahal signal yang dihasilkan juga sama, tapi masih kesulitan untuk memahaminya. Mungkin Indikator Fractal Dimension adalah solusi bagi mereka yang ingin trading lebih mudah, dan tidak repot dalam menerapkan signal trading.


Keunggulannya bisa mendeteksi pasar berdasarkan trend jauh-jauh waktu sebelum trend itu terjadi. Hebatnya lagi trend ini bisa lansung diketahui lebih cepat dari indikator lainnya. Anda bisa mengikuti trend up atau trend down tanpa harus kebingunan mana yang harus diikuti. Cukup melihat Indikator Fractal Dimension Anda sudah bisa transaksi dengan benar.

Karakteristik
Indikator Fractal Dimension tergolong osilator berarti lagging atau mendahului market. Informasi yang diberikan cukup akurat dan membantu trader di saat sedang kebingungan. Walaupun market sedang berfluktuasi, trader akan tetap bisa membaca arah market dengan leluasa. Hal ini dikarenakan signal yang dihasilkan tidak akan membuat bingung trader.


Memiliki warna unik dimana harga jika tidak ada signal diwarnai dengan warna merah. Sedangkan pada saat warna menjadi biru, disitulah letak signalnya, Anda bisa mengikuti trading sesuai dengan titik pembalikan market. Time frame sendiri bisa dilakukan diberbagai tempat, misalnya m5, m15, atau h1.

Rekomendasi
Ketika harga sedang mengalami kontraksi atau pembalikan, biasanya trend akan mulai berbalik arah. Fokuskan pada pembalikan harga ini sesuai arah trend. Bila Anda melihat suatu pembalikan terjadi, itu artinya trend bisa lebih lama dari yang Anda duga. Cukup lihat arah trend dari signal Indikator Fractal Dimension.


Jika saat ini harga berada dalam trend up, lalu tiba-tiba muncul signal Indikator Fractal Dimension, maka fokuskan untuk pembalikan yaitu bearish. Begitu sebaliknya, bila saat ini harga berada dalam trend down, lalu tiba-tiba muncul signal Indikator Fractal Dimension, maka fokuskan untuk pembalikan yaitu bullish.

Download
Gunakan browser google chrome atau mozila terupdate untuk bisa mengambil indikator. Berikut link Indikator Fractal Dimension :
Fractal Dimension (7kb)

Kesimpulan
Memanfaatkan Indikator Fractal Dimension bisa dilakukan dalam segala kondisi market. Entah market sedang konsolidasi, sideway, atau dalam trend. Indikator Fractal Dimension selalu saja bisa memberikan solusi untuk Anda. Ikuti signal Indikator Fractal Dimension sebagai langkah aman mendeteksi trend dimasa depan.



Indicator Bollinger Band


Bollinger Band merupakan salah satu indicator pada transaksi diperdagangan berjangka. Bollinger Band sendiri diambil dari pembuatnya “John A. Bollinger”. Ia berasal dari Montpelier, Vermont, Amerika Serikat dan lahir pada tanggal 27 Mei 1950 (umur 63 tahun di tahun 2013). Bekerja sebagai Jurnalis Amerika, Analisys keuangan, dan kontributor di bidang analisis teknis serta pengembangan Bollinger Bands.


Penghargaan pun sangat banyak diraihnya, salah satunya : pada tahun 2005 ia mendapat penghargaan sebagai Pasar Teknisi Asosiasi, dan award untuk kontribusi dibidang teknis analisis. Tahun 1995 mendapat penghargaan Lifetime San Fransisco untuk posisi dalam analisis teknis.

Asal usul Indicator Bollinger Band berasal pada pengalaman pribadi yang dituangkan pada komputer mikro di tahun 1977. Sejak saat itu, Bollinger menjadi terlibat dalam bisnis komputer berbasis analisis teknis. Teknologi komputer memungkinkan Bollinger untuk mengembangkan Power Group, yang di dalamnya bertugas sebagai pencatat perkembangan trend di sektor industri. Dari sinilah perkembangan Bollinger Band dimulai.


Prinsip Kerja Indicator
Pada dasarnya, Indicator Bollinger Band digunakan pada pendeteksian trend yang disebut volatility (tingkat kecepatan dalam perubahan harga). Di dalam bentuk defaultnya, bollinger terdiri dari :
1. Upper Band = garis batas atas (terbuat dari SMA + (Z x Deviasi))
2. Midle band = garis batas tengah (terbuat dari SMA)
3. Lowe Band = garis batas bawah (terbuat dari SMA - (Z x Deviasi))

Z = [0,6174  x ln (periode)] + 0,1046
Ketiga garis tersebut dijadikan default pada metatrader menjadi : periode 20; Shift 0; Deviations : 2.


Karakteristik
Indicator Bollinger Band termasuk dalam kategori “Lagging Indicator”. Dapat terlihat dari pergerakannya di masing-masing TF yang mengikuti candlestick. Selain itu, Bollinger Band punya ciri khas dari indicator lainnya, yaitu ada garis Upper dan Lower sebagai penentu batas harga dalam trend.

Rekomendasi Setting
Dapat direkomendasikan, setting yang lebih bagus pada Indicator Bollinger Band adalah :
1. Periode 15
2. Shift 0
3. Apply : Median Price (HL / 2)

Kelebihan
Ada kelebihan dari Bollinger Band Indicator, diantaranya :
1. Mendeteksi berakhirnya suatu trend
2. Mengetahuhi terjadinya sideway
3. Mendeteksi overbought
4. Mengetahui oversold
5. Dapat digunakan untuk melihat pola : double top, double bottom, dan pergantian momentum

Kekurangan
Kekurangan Indicator Bollinger Band adalah :
1. Telat / lambat
2. Harga dapat bergerak melampaui garis band

Backtest
Dari hasil uji coba rekomendasi setting, dan mengantisipasi dari kekurangan Bollinger band, penulis mencoba hasil backtest seperti di bawah ini :


Lakukan aksi buy bila garis atas ditembus oleh harga, dan sebaliknya lakukan aksi sell bila garis bawah ditembus harga.

Download
Indicator Bollinger Band sudah tersedia di metatrader, namun bila Anda ingin mengunduh dan mengoleksinya, download tersedia dibawah ini :

Kesimpulan
Indicator Bollinger Band dapat digunakan untuk mendeteksi trend jangka panjang, namun karena indicator ini hanya sebagai pengikut candlestick, perlu hati-hati dalam mengikuti signalnya. Gunakan tambahan indicator lain untuk menunjang signal Anda, salah satunya : Indicator Momentum.



Saran dan kritik yang membangun tetap kami harapkan untuk dapat menyajikan informasi Indicator lebih baik dimasa yang akan datang. Kirimkan komentar Anda pada kotak post di bawah ini. 




Indicator Alligator


Sejarah
Alligator disebut juga “si buaya market” merupakan sebuah indicator yang diciptakan oleh seorang trader profesional bernama William S. “Old Bill” Williams. Ia lahir pada tanggal 3 Januari 1787 di Horse Creek, North Carolina, Amerika Serikat. Semasa hidup ia bertugas sebagai pencatat dan penjaga garis perbatasan. Disela-sela pekerjaannya, ia mulai menyusun sebuah indicator untuk memudahkan pekerjaan, dimana indicator tersebut bisa mendeteksi pergerakan musuh dari perbatasan. Indicator ini lah yang menjadi cikal bakal indicator Alligator yang saat ini dipakai oleh trader dalam transaksi perdagangan. Ia pun pernah mengatakan market / pasar memiliki struktur yang acak-acakan, jika kita bisa mengerti struktur tersebut maka kita dapat memetik keuntungan yang besar.

Williams meninggal tak lama kemudian pada usia 62 tahun ketika disergap dan dibunuh oleh prajurit Ute pada tahun 1849. Sebelum itu, dia kembali ke Taos untuk membantu menelusuri team ekspedisi yang terjebak es di gunung sangre.

Untuk mengabadikannya, dibuatlah monumen setinggi 8 kaki terbuat dari perunggu dengan sebutan “Bill William Monumen Park” dekat taman Arizona, Amerika Serikat. Monumen didirikan pada tahun 1980 oleh BR Pettit, warga kebangsaan Amerika. Bill William hidup sebagai anggota Osage (penjaga perbatasan)


Prinsip Kerja Indicator
Pada prinsipnya, Alligator terbuat dari 3 MA, diantaranya sebagai berikut :
1.MA berwarna Biru disebut rahang Alligator (Jaws Periode : 13, shift 8)
Menggambarkan kondisi market saat ini pada time frame saat ini kita pakai. Contoh : saat ini kita menggunakan TF D1

2.MA berwarna Merah disebut gigi Alligator (Teeth Periode : 8, shift : 5)
Menggambarkan kondisi market pada 1/5 time frame MA Biru. Contohnya, bila tadi kita pakai TF D1, maka 1/5 TF adalah TF H1

3.MA berwarna Hijau disebut bibir Alligator (Lips Periode : 5, shift : 3)
Menggambarkan kondisi market pada 1/5 time frame MA Merah. Contohnya, bila MA merah sebagai TF H1, maka di MA hijau ini merupakan gambaran dari TF M5.




Ketiga MA bermethod : Smoothed; Apply : Median price HL/2. Bila terjadi trend buy maka candle berada pada atas mulut Alligator, sedangkan bila terjadi trend sell maka candle berada pada bawah mulut Alligator.

Karakteristik
Indicator Alligator merupakan golongan indi “Langging Indicator”, dimana Alligator akan memunculkan signalnya ketika harga sudah bergerak, atau kata lain signal yang muncul lebih lambat dari harga di candlestick. Trader menggunakan Indicator ini sebagai kompas untuk melihat apakah market sedang dalam keadaan trending, atau sideway.

Rekomendasi Setting
Parameter yang ada pada Alligator terdiri dari method 13, 8, dan 5. Namun penulis akan merekomendasikan :
1.MA biru : 8
2.MA merah : 5
3.MA hijau : 3

Alasan perubahan pada MA, dikarenakan lebih halus dan lebih cepat menunjukkan signal ketimbang default pada Alligator bawaan metatrader.

Kelebihan
Kelebihan dari Indicator Alligator adalah :
1. Mampu mendeteksi momentum suatu market
2. Bisa menandai berakhirnya suatu trend
3. Simple
4. Dapat digunakan disemua pair dan time frame
5. Bisa melindungi masuk market yang non trending

Kekurangan
Kekurangan dari Indicator Alligator adalah :
1. Signal tidak bisa digunakan pada sideway
2. Telat

Backtest
Anda dapat melihat contoh indicator Alligator yang sudah di modif setting, di bawah ini :


Download
Indicator Alligator sudah tersedia di metatrader, namun bila Anda ingin mengunduh dan mengoleksinya ada dibawah ini :

Kesimpulan
Indicator Alligator dapat digunakan dalam menentukan trend, baik itu trend jangka panjang maupun jangka pendek. Walaupun begitu, perlu waspada dan hati-hati mengingat indicator Alligator adalah indi yang lagging maka dibutuhkan indicator tambahan dalam transaksi, misalnya RSI.



Saran dan kritik yang membangun tetap kami harapkan untuk dapat menyajikan informasi Indicator lebih baik dimasa yang akan datang. Kirimkan komentar Anda pada kotak post di bawah ini.




Hitboy Indicator

Pada kesempatan kali ini saya akan share indicator Hitboy. Indicator ini simple saja, cara menggunakannya juga gampang kok, di situ sudah ada garis dan entry OP dan Take Profit. Dilengkapi juga EA SLTP supaya Anda tidak susah-susah lagi set SL dan TP. 

ini screenshotnya :


ini link downloadnya :
                         
                         Hitboy.rar


Semoga sukses, Salam Profit dari kami