Tampilkan postingan dengan label AnalisaTeknikal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AnalisaTeknikal. Tampilkan semua postingan

Trik Pair EUR/USD


Pair Euro/Usd dalam kesehariannya memang kelihatan stabil, sebetulnya apabila kita perhatikan secara teliti, pair tersebut sangatlah sensitif terhadap berita ekonomi, apalagi berita ekonomi dari negara - negara eropa. Misalnya saja Italia, Yunani dan lainnya, setiap berita dari USD tentunya. Belum lagi berita yang membahas mengenai Nonfarm Payroll, dimana setiap Jum'at pertama awal bulan, sekitar jam 8.30 malam.


Dahsyatnya pergerakan indeks yang pernah saya alami hingga 300 point dalam semalam saja. USD juga sangat sensitif terhadap Oil, jadi jangan heran apabila bulan ini berita ekonomi USA tentang gas dan oil meningkat atau menurun drastis nilainya, akan terjadi lonjakan atau penurunan yang dahsyat, yang dapat kita raih dari pergerakan ini adalah take profit sebanyak-banyaknya apabila anda dapat melihat dari pergerakan pasar. Saya sendiri lebih senang jika mengambil profit minimalis, antara 50 - 100 point.

Misalkan pergerakan harga menunjukkan sedang naik ataupun turun dimata uang EUR/USD, maka saya lebih senang jika melakukan buy/sel dengan take profit 50 - 100 pips. Karena setiap candle stick di EUR/USD daya kekuatan naik turunnya indeks sangat kuat, beda jika di USD/JPY, jika pasar stabil, 50 - 100 pips saja sangat susah, apalagi 50 pips, tentu untuk mendapat profit di USD/JPY ini mempunyai trik sendiri untuk itu. Berikut Trik cara membaca suatu trend market pada pair EUR/USD 
  1. Saya open posisi menggunakan Indikator Ichimoku, Parabolic SAR, Zig-zag dan Time Frame 15 
  2. Jika anda lihat pada gambar diatas, dimana pada indikator Parabolic SAR yang berwarna orange, menunjukkan sebuah trend yang sedang terjadi, yaitu trennya sedang turun atau Bearish.
  3. Apabila trendnya sedang turun maka kita harus pintar dalam mengambil posisi dengan cara melakukan Sell jika: 
Indikatornya mengarah kebawah, seperti yang dapat anda lihat pada gambar diatas. Indikator Candel Stick yang menunjukkan sebuah tekanan. Jadi dua tanda tersebut yang selalu diperhatikan, dan waspadai ialah jangan melakukan order Sell kembali jika telah profit 50 - 100 point, sebelum melihat bagaimana arah stochastic fast. Sifat dasar dari forex adalah naik turun, jadi meski trend bullish, naiknya indeks tidaklah tegak lurus, tetapi turun sedikit, kemudian naik lagi dan seterusnya. Jadi trik ini cocok untuk anda yang memiliki koneksi internet unlimited. Dan anda selalu melihat grafik indeks agar dapat banyak profit dan hafal dengan sifat-sifat pair EUR/USD.

Waspadailah apabila garis indeks berbalik dan memotong sebuah tren yang dapat anda lihat pada indikator Ichimoku diatas.  Anda coba lihat pada garis Indikator Ichimoku Kinko Hyo (Berwarna Merah), biasanya akan meluncur kebawah melewati bar histogram dan itu berarti trend turun, jadi kita tinggal mengikuti saja. Apabila trend sedang Naik/Bullish, maka lakukan Buy jika stochastic fast menunjukkan arah kebawah dan ada dua candel stick mengarah kebawah juga, dengan 50 pips saja sudah oke.

Lebih bagus lagi jika jarak antara Ichimoku kinko hyo dan garis candel stick indeks jaraknya jauh maka bisa dipastikan daya naik turunnya sangat kuat. Sifat Euro/Usd juga terkenal sideway, jika sudah naik, maka akan terus naik sebelum ada berita ekonomi yang baru muncul dan mengubah arah dari pergerakan trend dari pair tersebut.

kesimpulan : 
Jangan melakukan order apabila garis Ichimoku kinko hyo mengarah horisontal, karena pada masa tersebut dapat dikatakan riskan untuk melakukan order. Maka kadang terdiam sesaat untuk memastikan suatu pergerakan selanjutnya adalah cara terbaik, yaitu menunggu berita muncul atau trend yang baru maka kita harus mengikutinya. Apabila anda melakukan order pada pair mata uang EUR/USD lihatlah berita ekonomi, karena pair tersebut sangatlah tergantung dari situasi dan kondisi dari negara eropa, salah satunya pada Berita Forex, disana anda dapat melihat jam berapa berita ekonomi Eropa dan Amerika muncul.

Biasanya pasar sangat aktif pada jam 14.00 yaitu disaat pasar Eropa buka, dan berita dari Eropa biasanya antara jam 14.00-22.00. Kemudian menyusul dari Amerika sekitar jam 20.00 pasar sangat aktif, dan menjelang berita dari Amerika, bersiaplah anda profit sebanyak mungkin dengan mengikuti pergerakan dari sebuah tren. Usahakan selalu menggunakan modal 1/20 dari modal awal anda, sebagai jaga-jaga jika pergerakan harga berbalik arah. 

Artikel ini hanya sebagai informasi dalam berbagi pengalaman bukan untuk menggurui anda, jadi analisa terbaik adalah dari pengamatan anda sendiri. Karena bagaimanapun juga seorang trader harus punya insting dan Teknikal serta analisa Fundamental sendiri yang selalu menjadi pertimbangan. Salam dan sukses selalu untuk anda, Selamat mencoba.

Trading di Akhir Pekan


Dulu, saat awal-awal belajar trading, ada temen trader yang ngasih saran, sebaiknya jangan trading di hari Jum’at.  Dia begitu serius dalam memberikan saran tersebut, sampai-sampai kesan yang saya tangkap saat itu adalah trading di hari Jum’at adalah satu hal yang “tabu”.

Alhasil, selama beberapa minggu setiap hari Jum’at, saya cuma buka trading platform dan asyik mengamati chart, kadang sampai berjam-jam, tanpa berani melakukan open position hihihi…  Untunglah, kemudian saya coba mencari second opinion, bertanya kepada temen-temen trader yang lain, apakah mereka memang tidak melakukan open position di hari Jum’at.

Ada banyak jawaban yang saya terima saat itu. Mulai dari yang serius, seperti "iya sebaiknya memang berhati-hati kalo trading di hari Jum’at, apalagi di jam-jam akhir menjelang market tutup." Alasannya? "karena hari Jum’at untuk sebagian besar trader adalah hari terakhir ngejar target mingguan, jadinya banyak yang rada nekad take profit." Ada juga sih yang jawabannya lebih lugas, katanya "gak ada bedanya antara hari Jum’at dengan hari-hari yang lain, asal system yang dianut mendukung untuk open position, ya open position-lah."  Bahkan katanya, seringkali satu posisi ada yang dia biarkan terfloating selama berminggu-minggu! Nah lo… hihihi…

Atau yang lebih konyol lagi malahan menjawab "owh… iya, bener… hari Jum’at itu bukan hari yang baik untuk trading, terutama Jum’at Kliwon…" Halah…  Kalo yang ini mah pake indikator ki joko bodo mungkin… hihihi…

Karena saking beraneka jawaban yang muncul, akhirnya saya memutuskan untuk tau apa dan bagaimana efek trading di akhir pekan, saya harus mencobanya sendiri memang gak sippp kayaknya kalo gak ngalami sendiri segala sesuatu. Termasuk juga mengalami sendiri loss atau profit karena adanya gap yang kadang terjadi di akhir-awal pekan. Jadilah akhirnya saya justru sering mencoba trading di hari Jum’at. Hihihi… Terkadang gak ada hal istimewa yang terjadi. Dalam artian, gerakan suatu pair tidak banyak melenceng dari sifat aslinya, dan di awal pekan kemudian juga gak ada gap yang terjadi. Yah, klo gap cuma sekitar 5 pips mah masih wajarlah

Tapi, terkadang juga terjadi gap yang lumayan di awal pekan. Saya bilang lumayan, karena bisa langsung melampaui TP atau menyabet SL kita hehehe… Apa dan bagaimana sih sebenernya gap itu? Secara umum, bisa dijelaskan bahwa gap di awal pekan itu terjadi karena nilai matauang suatu negara dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk tentunya faktor ekonomi, politik dan faktor-faktor lainnya yang terkait dengan kegiatan  dan kejadian yang dialami oleh negara bersangkutan. Berbagai macam kejadian tersebut tentunya tidak kenal yang namanya “libur” , sehingga mau tidak mau tetap berjalan dan terjadi meskipun di akhir pekan, saat market tutup. Nah, terkadang kejadian atau peristiwa yang istimewa dapat membuat nilai matauang sebuah negara melonjak ataupun anjlok, sehingga pada saat market buka di awal pekan, terjadi lonjakan atau anjlokan harga pada satu pair. Itulah yang sering kita sebut sebagai gap.

Terus, bagaimana kita mensikapi kemungkinan adanya gap tersebut? Yah, itu kembali kepada gaya trading masing-masing trader sih  Ada yang memang lebih memilih menghindari gap tersebut sehingga cenderung menutup posisi sebelum market tutup. Ada juga yang membiarkan sebuah posisi terbuka di akhir pekan, hanya saja di lindungi dengan SL atau hedging/locking. Ada bahkan yang justru mencari keuntungan dari gap yang diharapkan terjadi dengan memasang pending order sesaat menjelang market tutup.

Semuanya kembali ke selera masing-masing trader sih. Anda bebas memilih, apakah akan menghindari, menghadapi atau justru mencari gap ini. Jadi, trading di akhir pekan? Yah, kenapa tidak, Asal kita tau dan sadar segala resiko yang mungkin terjadi, semuanya tergantung kepada kita sendiri. Gak ada hari yang tabu kok buat trading. Lah, klo semua trader libur di hari Jum’at… wah, bakalan gak seru tuh… ntar pair gak ada yang gerak dong ahh…

Trading Breakouts


Apa sih trading breakouts ini?

Mmm... intinya sih, kita memanfaatkan gerakan ekstrim dari pair sehingga kita bisa masuk di saat yang tepat untuk memanen pips.  Siapa sih yang gak mau dapet pips besar dalam tempo yang singkat? Hehehe…  kayaknya semua mau deh…  Nah, untuk bisa memanfaatkan saat-saat yang mengasyikkan ini, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui. Yang pertama tentunya bagaimana kita bisa mengindentifikasi bakal terjadinya breakout ini.

Ada beberapa alat yang bisa kita gunakan untuk mengidentifikasi breakouts. Salah satunya adalah pemahaman tentang chart pattern. Breakouts bisa terjadi sebagai kelanjutan dari sebuah trend, atau bisa juga berupa reversal dari major trend.

Breakouts pada market seringkali terjadi pada tingkat harga tertentu, misalnya saat level harga menyentuh level support-resistant, level fibo atau high-low harian atau saat terlihat pattern-pattern tertentu.

Untuk kali ini, saya akan mencoba membahas cara lain mengidentifikasi breakouts, yaitu dengan menggunakan trendlines dan channel. Menggunakan trendline sebagai pengindentifikasi breakouts bisa dilihat dalam gambar berikut:


Pada ilustrasi di atas, trendline kita tarik dari low ke low dan berlaku sebagai support level. Saat harga menembus support level tersebut, biasanya akan terjadi breakout  Breakout juga bisa diidentifikasi dengan menggunakan channel seperti ilustrasi berikut:



Trend line yang kita tarik berfungsi sebagai  support-resistant level. Pada channel  yang naik, saat harga menembus level support, kemungkinan besar akan terjadi breakout Trading Breakouts memang menarik untuk dilakukan, karena saat-saat terjadi breakouts ini bisa dikatakan sebagai saat panen raya. Hehehe… Namun demikian, kita perlu tetap waspada, karena ada pula saat terjadi breakouts yang “menipu”. Yah…, namanya juga dunia nyata, kadang tidak selalu seindah dalam dongeng kan? Hihihi…

Bagaimanapun, trading breakouts ini adalah salah satu cara yang perlu kita ketahui sebagai salah satu senjata kita dalam memahami dan mengikuti tarian market

Happy trading

Strategi Forex Scalping


Banyak trader Forex Profesional menggunakan strategi Forex Scalping dan mendapatkan keuntungan yang berlimpah. untuk lebih jelasnya, silahkan anda simak mengenai Ulasan Strategy Scalping dibawah ini.

Strategy Forex Scalping membantu para trader forex untuk membuat keuntungan yang sangat cepat di pasar forex. Kebanyakan para pemula menggunakan strategi scalping untuk mendapatkan keuntungan yang cepat, karena dikaitkan dengan trend jangka pendek. Namun tanpa rencana forex trading yang tepat, strategi ini dapat menimbulkan kerugian lebih dari keuntungan bagi para pedagang forex. Pedagang yang mengikuti strategi forex scalping dikenal sebagai Scalpers. Scalpers tinggal di pasar forex untuk waktu yang sangat sedikit. Para trader membuat beberapa pips profit lagi dan lagi.

Para trader biasanya melakukan trading dan menunggu waktu yang lama untuk mendapatkan keuntungan tertinggi, namun Scalpers mendapatkan keuntungan kecil dalam beberapa detik dengan jumlah trading yang banyak pada hari yang sama. Teknik forex scalping bermanfaat jika trader tidak bisa online dalam waktu yang lama. Forex Scalping memastikan bahwa trader menutup semua perdagangan nya dalam beberapa menit atau kadang-kadang detik. Namun banyak broker forex yang tidak mengijinkan trader untuk menggunakan strategi scalping ini karena dapat menempatkan bisnis mereka dalam risiko. Ada banyak forum online yang membantu untuk memahami dan menggunakan teknik ini.

Scalpers memerlukan kecepatan dan konsentrasi yang baik untuk mendapatkan keuntungan di pasar forex yang bergerak dengan cepat. Teknik Forex Scalping tidak dapat dilakukan selama jam kantor atau ketika tarder sedang sibuk dengan hal-hal lain, Meskipun menawarkan hasil yang cepat, tidak dianjurkan bagi pemula untuk memilih jenis strategi ini. Forex scalping sangat menegangkan dan pemula tidak dapat menangani pasar yang bisa dengan tiba-tiba bergerak dengan sangat cepat dan mengakibatkan kerugian.
Jika anda seorang Trader pemula, dan benar-benar tertarik dalam strategi scalping forex, ahli trading forex menyarankan untuk mencoba strategi scalping pada account demo terlebih dahulu sebelum mencobanya di pasar nyata. Dengan account demo trader pemula dapat menggunakan strategi scalping dengan uang palsu dan mengetahui keberhasilan dan keuntungan yang mereka mampu dapatkan. Setelah trader pemula mulai membuat keuntungan melalui scalping forex, pola yang sama dapat diterapkan di pasar riil (mata uang nyata).

Demikianlah ulasan dari saya mengenai Strategy Scalping, Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda mengenai Trading Forex.

Mengenal Indikator Average Directional Index Movement (ADX)


Average Directional Index Movement (ADX), yang dikembangkan oleh J. Welles Wilder, ialah indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui dari pergerakan kapan pasar mengalami trending, dan seberapa kuat atau lemah trend itu dan kapan trend terdapat kemungkinan dimulai maupun berakhir.

Indikator ini hanya menghitung kekuatan trend, terlepas dari naik atau turunnya. Indikator ini memungkinkan kita untuk menganalisis kecenderungan dari pergerakan pasar dan membuat keputusan dalam perdagangan dipasar Forex. Indikator ADX biasanya terlampir dalam grafik beriringan dengan dua garis yang disebut dengan Directional Movement Indicators (DMI). ADX sendiri merupakan rata-rata dari kedua garis tersebut. Dimana yang pertama adalah garis +D, yang mencerminkan seberapa kuat atau lemahnya uptrend dalam pasar. Kedua adalah garis -D, yang menggambarkan seberapa kuat atau lemahnya downtrend.

Sedangkan garis ADX merupakan penggabungan dari +D dan -D, namun tidak menunjukan apakah pasar sedang uptrend ataupun downtrend, hanya kekuatan dari keseluruhan trend. Seperti yang telah disebutkan diatas, ADX dapat mengukur kekuatan suatu trend. Dalam pengukurannya, ketiga garis diatas bergerak dalam rentang 0 dan 100. Namun,  perancangnya menetapkan 60 dan 20 sebagai batas ekstrim. Bila garis ADX bergerak diatas 40 dan terus menanjak, dapat mengindikasikan bahwa trend yang sedang berjalan cukup kuat, terlepas uptrend atau downtrend. Bila garis itu bergerak dibawah 20, maka mengindikasikan trend lemah dan pasar dalam kondisi ranging.

Sebagai contoh dari indikator tersebut, dapat anda lihat pada gambar dibawah ini :


Karena ADX mengukur sebuah kekuatan trend, maka para trader menggunakan indikator ini sebagai konfirmasi apakah pasar sedang mengalami trend, dan menghindari periode ranging dalam pasar, kondisi yang sulit untuk mendapatkan profit. Selain itu, dalam situasi ketika garis ADX bergerak dibawah 20, perancang menyarankan tidak trading trend based strategi ketika garis ADX dibawah kedua garis +D dan -D. Contoh ketika garis ADX dibawah +D dan -D


Pendekatan lain yang dapat digunakan oleh trader ialah dengan mengidentifikasi potensi awal suatu trend baru dalam pasar. Caranya adalah dengan memantau pergerakan garis ADX dari bawah 20 keatas sebagai sinyal pasar yang sedang menuju kesuatu trend baru. Semakin lama pasar ranging, maka semakin besar bobot yang diberikan oleh trader kesinyal ini. Contoh dimana terdapat sinyal perubahan trend dalam ADX.


Indikator ini juga dapat digunakan sebagai sinyal trend reversal. Ketika garis ADX bergerak diatas +D dan -D yang kemudian bergerak kebawah, maka ini sering dijadikan sinyal perubahan trend. Contoh dimana terdapat signal perubahan dalam trend pada ADX.


Terakhir yang digunakan oleh trader dalam ADX adalah crossover. Ketika garis +D menembus keatas garis -D, menandakan bahwa pembeli lebih kuat dari pada penjual, maka ini menjadi peluang beli. Ketika garis +D menembus kebawah garis -D, maka mengindikasikan penjual lebih kuat dari pembeli, maka ini menjadi peluang untuk melakukan open sell. Contoh Crossover dalam ADX.


Semoga pembahasan mengenai indikator ADX diatas, dapat memberikan pencerahan kepada anda mengenai indikator-indikator yang terdapat pada MT4.

Trading Dengan Stochastics


Stochastic merupakan salah satu indikator yang populer di kalangan trader. Namun ternyata banyak trader  yang belum terlalu paham bagaimana memanfaatkan indikator  yang dikembangkan oleh George Lane di akhir tahun 1950an ini. Yuk kita bahas sedikit tentang bagaimana memanfaatkan indikator ini untuk mendukung pengambilan keputusan dalam bertrading

Stochastic pada dasarnya menghitung nilai close terhadap range (high/low) untuk periode tertentu. Tampilan indikator ini di chart terdiri dari dua garis: %K : merupakan garis utama yang biasanya digambarkan dengan garis tebal %D : merupakan moving average dari %K, biasanya digambarkan dengan garis yang lebih tipis atau garis putus-putus Secara  teori, dikenal ada 3 type stochastic, yaitu full, slow dan fast stochastic. Meskipun di beberapa trading platform hanya tersedia 2 type stochastic, yaitu fast dan slow stochastic. Slow stochastic adalah versi yang lebih halus dari fast stochastic, sedangkan full stochastic merupakan versi yang terhalus. Secara umum, intepretasi dari indikator ini adalah: Buy ketika %K ada di bawah oversold level (dibawah 20) dan naik kembali ke level yang sama Sell ketika %K ada di atas overbought level (di atas 80) dan turun kembali ke level yang sama Intepretasi di atas yang paling sering digunakan oleh kebanyakan trader.

Sayangnya, hal tersebut hanya berlaku saat market dalam kondisi ranging alias bolak balik di satu range tertentu. Nah, ketika market dalam kondisi trending, indikator ini seringkali menghasilkan false signal. Lah, trus bagaimana memanfaatkan indikator ini di saat market dalam kondisi trending? Dalam kondisi trending, memang perlu sedikit adaptasi dalam membaca oscillator. Secara umum, ketika market sedang up trend, tentunya resiko untuk buy akan lebih kecil daripada sell. Demikian sebaliknya, pada saat market dalam kondisi down trend, akan lebih kecil resikonya apabila kita mengambil posisi sell. Jadi, saat market sedang up trend, untuk siap masuk ke market sebaiknya kita hanya mencari kondisi oversold yaitu saat stochastic jatuh di bawah oversold level (di bawah 20) dan naik kembali di level yang sama. Dan ketika market sedang down trend, kita hanya mencari kondisi overbought (di atas 80)dan turun kembali di level yang sama. Mendingan kita lebih hati-hati. Karena kalau kita mengambil seluruh sinyal overbought/oversell di market yang sedang trending, kita bisa terjebak oleh false signal alias sinyal yang menipu. Wadduhh… Saran saya sih… Kalau anda merasa kurang nyaman dengan kondisi ini, cobalah lirik pairs lain, siapa tahu kondisi market di pairs yang lain ada lebih cocok untuk anda. Atau…, standing a side is a position…  Jadi gak harus selalu maksa untuk masuk ke market.

Oya, cara lain memanfaatkan indikator stochastic adalah dengan melakukan divergence trading. Divergence terjadi apabila indikator mencapai high/low baru, sedangkan harga/market gagal mencapainya. Atau sebaliknya, harga/market mencapai posisi high/low baru, tapi indikator yang gagal mencapainya. Kedua kondisi tersebut mencerminkan bahwa harga/market tidak lagi  sekuat sebelumnya dalam memberikan kesempatan bagi trader untuk mengambil profit. Divergence trading diakui sebagai sinyal yang terpercaya di dunia forex loh....

Nah, yang hal terakhir yang ingin saya sampaikan berkaitan dengan dengan stochastic adalah… price action. Price action pada dasarnya bisa dikombinasikan dengan semua trading system maupun strategi, termasuk juga dengan overbought/oversold maupun divergence dan secara teoritis akan meningkatkan probalilitas keberhasilan indikator ini. Wah, kok bisa? Hehehe… iyaa… Soalnya, bagaimanapun, harga lah yang menentukan pada akhirnya, bagaimana semua indikator akan berperilaku, juga memberikan kita banyak informasi tentang arah kemungkinan akan mengambil di masa depan.