Memahami Forex Calendar


Bila para pembaca pernah belajar tentang ekonomi USA, tentunya akan terkagum-kagum dengan rapinya tatanan dan strukturnya.

Berbeda dengan negeri kita tercinta ini, yang masih amburadul sehingga disebut sebagai negara yang masih berkembang

Pada ekonomi US, tiap bulan selalu dilakukan survai ekonomi oleh lembaga pemerintah dan perguruan tinggi. Hasil survai inilah yang kemudian dijadikan indikator-indikator ekonomi yang selalu dipantau dalam forex economic calendar.

Sehingga dengan cara ini bila terdapat sesuatu yang salah atau tidak wajar sedang terjadi pada perekonomian, maka sejak dini telah terdeteksi oleh keberadaan indikator-indikator ekonomi tersebut. Dengan demikian tindakan untuk menyeimbangkan pun dapat lebih cepat dilakukan berkat adanya deteksi dini.

Telah dijelaskan pada artikel sebelumnya bahwa untuk menganalisa perkembangan ekonomi sebuah negara (macro economy), terdapat 4 faktor yang harus terus menerus diamati. Indikator-indikator ekonomi tersebut tersebar pada pengelompokan dibawah ini :

1. kecukupan produksi,
2. kelancaran distribusi,
3. bagaimana hasilnya, dan
4. pengendalian yang dilakukan

Dua faktor pertama, produksi dan distribusi, adalah faktor yang saling berkaitan. Bila produksi turun maka akan berdampak pada distribusi, demikian pula sebaliknya.

Faktor ketiga ditujukan untuk mengevaluasi keseimbangan antara produksi dengan distribusi.

Faktor keempat akan digunakan apabila terdapat masalah pada faktor ketiga.

Misalnya dari hasil deteksi yang diberikan oleh faktor ketiga menunjukkan tingkat inflasi yang tinggi, maka barulah digunakan faktor keempat yaitu pengendalian agar produksi dan distribusi tetap seimbang dan agar roda ekonomi tetap berjalan normal.

Indikator yang digunakan pada tiap faktor sangatlah banyak dengan nama yang bermacam-macam. Tujuannya agar terjadi saling konfirmasi diantara indikator-indikator tersebut. Bila terdapat sebuah indikator ekonomi yang salah maka akan segera diketahui karena angkanya tidak cocok dengan indikator lainnya.

Mengagumkan bukan? Sangat logis, tertata rapi, dan terstruktur dengan baik.

Satu hal yang perlu diketahui bahwa pengelompokan diatas adalah hasil karangan sendiri dengan tujuan agar lebih mudah dipahami.

Hal ini dapat dimaklumi karena fundamental analisys bukanlah sesuatu yang mudah. Diperlukan pemahaman perihal macro economy, kemampuan untuk mengelompokkan indikator-indikator tersebut, dan kemudian menarik hubungan antara satu indikator dengan indikator lainnya. Barulah kemudian dapat dianalisa dampaknya. Sangat ribet

Pernah ditulis pada artikel: Price Action Strategy bahwa menjelaskan segala sesuatu yang bersifat teknis jauh lebih mudah daripada menjelaskan prinsip dasar dan hubungan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, lebih banyak situs yang menulis hal bersifat teknis (definisi atau fungsi dari masing-masing indikator ekonomi) daripada menjelaskan hubungan indikator yang satu dengan yang lain dan bagaimana cara mengaplikasikannya.

Dengan hanya berbekal ilmu yang diperoleh dari membaca artikel, dijamin Anda semua akan paham bagaimana memanfaatkan news sehingga dapat memperoleh profit dengan mudah pada saat terjadi news release.

Memanfaatkan news amatlah mudah, tetapi mengajarkan caranya yang repot karena haruslah detil. Hal ini karena harus dipahami terlebih dahulu ilmu makro ekonomi agar nantinya dapat melakukan analisa fundamental dengan baik.

Kebanyakan tidaklah paham akan hal ini dan hanya berpatokan pada angka-angka yang diberikan oleh satu indikator ekonomi, misalnya angka Non Farm Payroll naik dari 300 ribu menjadi 375 ribu.

Nah, yang dilakukannya adalah langsung melakukan entry buy, tanpa paham kalau kadang kala market bisa saja merespond sebaliknya sehingga yang harus dilakukan adalah sell dan bukan buy.

Hal ini dikarenakan antara indikator ekonomi saling terkait dan berhubungan satu dengan yang lainnya. Sehingga tidak bisa bila hanya menggantungkan diri pada satu indikator tanpa memperhitungkan pengaruhnya pada indikator lainnya dan dampaknya pada kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Agar lebih jelas, dibawah ini adalah Forex Economic Calendar bulan Maret 2012 dari forexfactory.com :



Economic Calendar isinya adalah indikator-indikator ekonomi dimana waktu pemberitaannya (news release) telah terjadwal.

Indikator tersebut ditandai dengan warna merah (high impact news – memiliki pengaruh besar), warna oranye (medium impact news – sedang), warna kuning (low impact news – rendah), dan warna putih (no impact news – tidak berpengaruh).

Yang perlu diwaspadai adalah indikator yang berkategori high impact dan medium impact karena dampaknya dapat mengguncangkan market.

Kenapa bisa begitu?

Sebelum dapat menjawabnya, perlu dipahami terlebih dahulu fungsi dari indikator ekonomi.

Indikator ekonomi (Economic indicator) berfungsi untuk mencerminkan 3 hal yaitu:

yang sudah terjadi – Laging indicators
menjelang terjadi – Leading indicators
sedang terjadi – Coincident indicators

Yang diberitakan pada high impact dan medium impact news kebanyakan adalah Leading indicators dan Coincident indicators.

Dengan kata lain, high atau medium impact news yang berpotensi mengguncangkan market adalah berita perihal kondisi ekonomi yang sedang terjadi (Coincident indicators) atau yang akan terjadi (Leading indicators) berdasarkan hasil pantauan indikator-indikator ekonomi yang ada.

Perlu dipahami bahwa trading adalah masalah ekspektasi.

Kalau semua orang ekspektasinya (kekhawatirannya) di masa mendatang ekonomi akan memburuk maka mereka akan beramai-ramai melakukan sell. Sebaliknya, bila ekspektasinya (harapannya) ekonomi akan membaik maka akan beramai-ramai melakukan buy. Meskipun, kondisi ekonomi pada saat tersebut belum seburuk yang dikhawatirkannya atau sebaik yang diharapkannya.

Untuk memudahkan, berikut dibawah ini pengelompokan news ke dalam 4 buah faktor sebagaimana telah dijelaskan diatas:



 1. Kecukupan produksi:
  • Tenaga kerja:
    • ADP Non-Farm Employment Change
    • Non-Farm Employment Change / Non-Farm Payrolls (NFP)
    • Unemployment Claims
    • Unemployment Rate
  • Bahan baku:
    • Crude Oil Inventories
    • Natural Gas Storage
    • Building Permits
    • Housing Starts
  • Tingkat produksi:
    • ISM Manufacturing PMI
    • ISM Non-Manufacturing PMI
    • Philly Fed Manufacturing Index
    • Empire State Manufacturing Index 

 2. Kelancaran distribusi (sandang, pangan, papan, dan kebutuhan sekunder):
  • Core Retail Sales
  • Retail Sales
  • New Home Sales
  • Pending Home Sales
  • Existing Home Sales
  • Core Durable Goods Orders 

 3. Bagaimana hasilnya:
  • Keyakinan konsumen:
    • Prelim UoM Consumer Sentiment
    • Revised UoM Consumer Sentiment
    • CB Consumer Confidence
  • Keyakinan Investor:
    • Tingkat inflasi:
      • PPI
      • Core PPI
      • CPI
      • Core CPI
    • Tingkat investasi:
      • Standard & Poors (S&P) Composite Index
      • TIC Long-Term Purchases
      • Bank Stress Test
    • Kondisi ekonomi:
      • Trade Balance
      • Final GDP 

 4. Pengendalian yang dilakukan:
  • Kebijakan Moneter:
    • Federal Funds Rate
    • FOMC Statement
    • Fed Chairman Speaks/Testifies
    • FOMC Member Speaks
  • Kebijakan Fiskal:
    • Federal Budget Balance
    • Treasury Secretary Speaks
    • Perpajakan 

Contoh aplikasi fundamental analysis adalah sebagai berikut:

Terlihat bahwa kegiatan distibusi sangatlah lancar sehingga Core Retail Sales hanya mengalami penurunan sedikit yaitu dari 0,9% menjadi 0,8% dan berhasil melebihi prediksi yang hanya 0,6%. Sedangkan Retail Sales mengalami peningkatan tajam yaitu dari semula minus 1% menjadi 0,8% atau 2 kali lipat daripada yang diprediksikan hanya sebesar 0,4%.
Terlihat juga bahwa angka-angka yang diberitakan melebihi hasil prediksi (forecast).
Kalau hanya melihat angka-angka ini maka diperoleh gambaran bahwa penjualan ritel sangatlah bergairah. Menandakan bahwa konsumen memiliki uang untuk dibelanjakan. Barang maupun jasa pun tersedia dalam jumlah yang mencukupi.
Bila kita perhatikan lagi detil news diatas, terdapat 3 buah news yang diberitakan saat ini yaitu 2 buah high impact news (warna merah) yaitu Core Retail Sales dan Retail Sales, dengan 1 buah medium impact news (warna oranye) yaitu Empire State Manufacturing Index dimana mengalami penurunan sampai sepertiga dari semula 20,2 menjadi hanya 6,6.
Nah, bingung khan?
Terdapat 2 buah high impact news yang dampaknya positif dan 1 buah medium impact news yang berdampak negatif. Pilih mana, buy atau sell?
Hitung-hitungan sederhananya, seharusnya dilakukan sell. Tentunya dinamakan high impact karena pengaruhnya lebih besar daripada yang medium impact.
Seharusnya dengan 2 buah angka high impact tersebut maka kondisi USD akan cenderung menguat. Sehingga bila dilakukan trading pada EURUSD maka yang dilakukan adalah Sell karena EUR melemah dan USD menguat.
Forex trading dapat diibaratkan seperti halnya berdagang kaleng permen. Sedangkan trading saham dapat diibaratkan seperti halnya berdagang permen (yang berada di dalam kaleng permen).
Dengan asumsi diatas, maka fundamental analysis dalam forex haruslah selalu berfokus pada kaleng permen tersebut. Dengan kata lain, kita harus melihat pada sesuatu yang dampaknya luas, yaitu berdampak pada negara tersebut.
2 buah high impact news yang dampaknya positif diatas, tidaklah berdampak luas. Peningkatan Core Retail Sales dan Retail Sales hanya sekedar menunjukkan bahwa kondisi dunia usaha terutama di retail sector sangat bergairah saat ini. Tetapi tidak menunjukkan kondisi produksi dan distribusi secara keseluruhan pada negara tersebut.
Dampak secara keseluruhan baru terlihat jelas bila Empire State Manufacturing Index ditambahkan pada komponen Core Retail Sales dan Retail Sales.
Terlihat bahwa kondisi distribusi meningkat tajam (peningkatan Core Retail Sales dan Retail Sales) tetapi tidak diimbangi dengan produksi yang cukup (penurunan Empire State Manufacturing Index).
Bila hal ini berkelanjutan maka akan timbul kenaikan harga (inflasi) dikarenakan jumlah yang diproduksi lebih sedikit daripada jumlah yang dijual. Bila dibiarkan maka suatu saat nanti konsumen tidak lagi mampu berbelanja dikarenakan harga membumbung tinggi diluar kemampuannya. Akibatnya, roda ekonomi tidak berjalan.
Nah, terlihat bahwa analisa ini menunjukkan sesuatu yang berdampak lebih luas.
Berdasarkan analisa diatas maka yang harus dilakukan untuk EURUSD adalah buy. Dikarenakan kita semua berasumsi bahwa kondisi ekonomi US pada masa mendatang cenderung suram akibat jumlah produksi lebih sedikit daripada jumlah konsumsi dan distribusi.
Berikut adalah chart M15 EURUSD pada saat news tersebut di release:

Terlihat bahwa EURUSD bersiap-siap “terbang ke atas” dan bukan “menukik ke bawah”  
Pada artikel terdahulu telah diuraikan bahwa insider trading atau melakukan trading dengan bekal “bocoran” informasi adalah kegiatan yang terlarang dan dapat dipidanakan. Hanya saja hal ini sekedar teori  
Pada market apapun, selalu ada saja orang-orang tertentu yang memiliki “bocoran” informasi. Orang-orang seperti inilah yang selalu masuk ke market terlebih dahulu memanfaatkan informasi yang diperolehnya.
Oleh karenanya, selalu saya katakan jangan terlalu pusingkan dengan fundamental news. Percuma saja karena kita pasti kalah cepat dengan mereka-mereka itu. Kita baru tahu fundamental news setelah resmi diberitakan, sedangkan mereka sudah mengetahuinya beberapa jam sebelum diberitakan.
Satu-satunya cara untuk mengalahkan mereka hanyalah menggunakan chart.
Chart akan menunjukkan kepada kita semua apakah mereka sudah masuk terlebih dahulu atau tidak. Chart adalah detektor yang dapat kita gunakan untuk mendeteksi keberadaan dana mereka.
Seperti telah dijelaskan pada artikel terdahulu, tidak perlu repot-repot menganalisa volume untuk mengetahui jumlah dana. Cukup lihat panjang pendeknya candle, bila semakin panjang maka menunjukkan semakin banyak dana yang masuk.
Perhatikan tinggi candle sebelumnya candle saat ini, cukup panjang sampai-sampai mengalahkan beberapa candle sebelumnya. Candle tersebut adalah candle yang terbentuk 15 menit sebelum news secara resmi diberitakan.
Coba kita pikir bersama-sama, buat apa ada candle sepanjang itu kalau news-nya saja belum diberitakan?
Apalagi candle ini terbentuk 15 menit sebelum news secara resmi diberitakan, seolah-olah candle ini sedang “menunggu” sesuatu.
Sudah jelas pemilik candle tersebut adalah mereka yang telah mendapatkan “bocoran” informasi 

15 menit telah berlalu dan candle yang baru telah terbentuk. Tetapi harga tidak juga melesat ke atas, padahal tanda-tandanya sudah jelas dengan adanya candle pemilik “bocoran” informasi, biasanya mereka hanya trading bila candle benar-benar akan melesat setinggi langit  
Berarti ada sesuatu yang ditunggu oleh mereka.
Hal ini juga membuktikan bahwa hasil penjumlahan antara komponen Empire State Manufacturing Index dengan komponen Core Retail Sales dan Retail Sales tidaklah mampu mengguncangkan market. Candle hanya naik sedikit karena tidak ada pemilik dana besar yang tertarik untuk mendorong candle.
Berikut detil forex economic calendar berikutnya :


Ternyata terdapat high impact news berikutnya yaitu TIC Long Term Purchases yaitu indikator aliran dana investasi. Indikator ekonomi ini memiliki dampak luas karena menggambarkan kondisi bergairah tidaknya iklim investasi di US. Bila terjadi perbedaan angka yang ekstrim antara bulan lalu dan prediksi (forecast) maka dampaknya akan mengguncang market.
Terlihat bahwa iklim investasi suram, data yang ditunjukkan TIC Long Term Purchases hanya sebesar 10,1 atau terjadi penurunan 90% dari sebelumnya yang berada di angka 102,4.
Angka prediksi pun menunjukkan penurunan yang ekstrim. Ehm, pantas saja sudah ada candle “bocoran” 
Pemilik candle “bocoran” ini disamping orang-orang yang telah mendapatkan informasi terlebih dahulu, juga orang-orang yang paham betul memanfaatkan news.
Mereka paham bahwa dampak dari TIC Long Term Purchases sangat luas, apalagi dengan ditambah angka prediksi yang ekstrim. Bila angka yang diberitakan lebih ekstrim lagi daripada angka prediksi maka sudah pasti candle akan terbang bak meteor.
Fundamental news TIC Long Term Purchases inilah yang akhirnya membuat candle melesat ke angkasa dan bukan Retail Sales. Bahkan akibat adanya news ini, trend yang semula menuju ke bawah menjadi berubah menuju ke atas.
Karena dengan iklim investasi di US yang cenderung suram maka market berasumsi bahwa pondasi (fundamental) ekonomi US menjadi lebih rapuh daripada Euro. Akibatnya nilai USD melemah dan nilai EUR menguat.


Bila para pembaca memperhatikan lalu lintas news di internet, terlihat bahwa news perihal kenaikan Retail Sales lebih banyak diberitakan daripada perihal Empire State Manufacturing Index atau TIC Long Term Purchases. Padahal jelas-jelas 2 buah indikator inilah yang menyebabkan pergerakan harga di forex.
Terdapat 2 penyebab untuk hal ini:
hanya ikut-ikutan menyebarkan berita, tanpa paham maksudnya
berpengaruh pada market lain yang lebih populer
Kebanyakan media, baik media masa, media online, media televisi, selalu bekerja sama dengan media lainnya. Sehingga terjadi saling tukar menukar berita dan mereka memberitakan apapun yang diperoleh. Berita finansial bukanlah berita yang mudah dipahami (tidak seperti berita kejahatan, hanya yang paham betul saja yang tahu dampaknya. Reporter media-media tersebut hanyalah sekedar memberitakan saja tanpa paham maksudnya.
Sehingga kalau media lainnya memberitakan, apa salahnya ikutan juga memberitakan, biar tambah ramai  
Apalagi dengan berkembangnya internet saat ini, banyak yang melakukan copy paste berita finansial dari manapun dan kemudian menyebarkan kemana-mana tanpa paham apa maksud dari berita tersebut.
Kalau yang copy paste saja gak ngerti, apalagi yang sekedar baca khan 
Padahal maksud dari kenaikan Retail Sales diberitakan dimana-mana karena pengaruhnya ke bursa saham.
Seperti telah dijelaskan diatas, dengan naiknya Retail Sales maka kondisi retail sector sangat bergairah. Artinya, perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang retail omsetnya meningkat tajam. Nah, labanya pun pasti meningkat sehingga harga sahamnya pun meningkat.
Sehingga yang terjadi, meskipun USD merosot nilainya di forex market tetapi saham-saham perusahaan US justru melesat naik di bursa saham.
Contoh kedua aplikasi fundamental analysis sebagaimana ditanyakan oleh Pak Rizki, yaitu perihal high impact news – Building Permits.

Terlihat pada economic calendar diatas, sebentar lagi akan terjadi 2 buah news yaitu Building Permits (high impact) dan Housing Starts (medium impact). Keduanya berada pada faktor Produksi berdasarkan pengelompokan sebagaimana telah dijelaskan diatas.
Angka prediksi (forecast) pun tidaklah ekstrim, hanya naik sedikit dan tidak berbeda banyak dengan sebelumnya.
Bila diasumsikan Building Permits dan Housing Starts memiliki angka yang baik maka USD akan menguat dan EUR melemah. Sehingga yang harus dilakukan di EURUSD adalah Sell.
Seperti telah diuraikan diatas, fundamental news yang dapat mengguncang market hanyalah yang berdampak luas.
Building Permits dan Housing Starts seandainya angkanya buruk pun, tidaklah berdampak luas karena hanya berpengaruh pada faktor produksi saja dan tidak mempengaruhi faktor distribusi.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh Building Permits dan Housing Starts tidaklah signifikan di market. Candle tidaklah bergerak banyak akibat adanya news ini.
Mari kita buktikan bersama dengan chart EURUSD M15 dibawah ini:

Terlihat saat ini trend mulai menunjukkan pertanda akan turun kebawah, tetapi tertahan pada support. Candle saat ini terlihat akan naik ke atas, tetapi masih lebih kecil daripada candle yang diberi panah kuning.
Sehingga dapat diasumsikan bahwa pergerakan trend akan tetap ke bawah, terkecuali bila candle saat ini tingginya melebihi candle dengan panah kuning. Akan tetapi, hal ini tidak mungkin terjadi dikarenakan Building Permits dan Housing Starts diprediksikan angkanya baik sehingga USD cenderung menguat.
Berikut adalah 3 buah gambar pergerakan candle M15 saat terjadi news:

Perhatikan candle sebelumnya, candle “kosong melompong”.
Artinya, untuk news ini tidak ada yang berminat untuk melakukan trading berbekal “bocoran” informasi dengan cara melakukan entry terlebih dahulu. Dari sini saja sudah dapat ditebak kalau news ini tidaklah berpengaruh banyak.
Terlihat dampak kedua news tersebut tidaklah signifikan, candle tidak bergerak kemana-mana, hanya naik turun ditempat yang sama.
Berikut adalah angka resmi yang diberitakan oleh economic calendar:

Angka resmi yang diberitakan tidaklah berbeda jauh denga prediksi maupun angka bulan sebelumnya, sehingga pengaruhnya pun tidak dapat mengguncangkan market.
Meskipun sudah 40 menit berlalu sejak Building Permits dan Housing Starts resmi diberitakan, candle tetap saja “bingung” dan tidak bergerak kemanapun, hanya naik turun disitu-situ saja.

Share this

0 Comment to "Memahami Forex Calendar"

Posting Komentar