Tampilkan postingan dengan label AnalisaFundamental. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AnalisaFundamental. Tampilkan semua postingan

Analisa Sentimen Pada Forex


Pasar tidak hanya mencerminkan semua informasi di luar sana karena pedagang akan bertindak dengan cara yang sama. Tentu saja, itu bukan bagaimana segala sesuatunya bekerja.
Setiap trader memiliki pendapatnya sendiri atau penjelasan mengapa pasar bertindak. Pasar hanya seperti Facebook – itu jaringan kompleks yang terdiri dari individu-individu.

Pasar pada dasarnya mewakili semua pedagang merasakan gerakan pasar. Setiap trader mempunyai pikiran dan pendapat yang dinyatakan melalui posisi yang mereka ambil, membantu membentuk keseluruhan sentimen pasar.

Masalahnya adalah bahwa sebagai trader, tidak peduli seberapa kuat perasaan Anda, Anda tidak dapat menggerakkan pasar ke arah yang anda inginkan (kecuali jika Anda salah satu GS ! George Soros atau Goldman Sachs). Bahkan jika Anda benar-benar percaya bahwa dolar akan naik, tetapi orang lain percaya akan turun, anda tidak bisa melakukan apa-apa.

Sebagai trader, Semua hal ini harus menjadi pertimbangan anda. Terserah Anda untuk mengukur bagaimana perasaan pasar , apakah itu bullish atau bearish. Pada akhirnya, terserah anda untuk mengetahui bagaimana Anda ingin memasukkan sentimen pasar menjadi strategi trading Anda. Jika Anda memilih untuk mengabaikan sentimen pasar, itu pilihan Anda. Tapi, hei.., kami bilang sekarang, Anda akan rugi!

Dengan mampu mengukur sentimen pasar dapat menjadi alat yang penting dalam kotak peralatan Anda. Kemudian di ForeXeasoN ini, kami akan mengajari anda bagaimana menganalisis sentimen pasar dan menggunakannya untuk keuntungan Anda.

Membangun Sebuah Analisa Fundamental


Pada semua trader berkeinginan untuk memiliki wawasan dalam mengimbangi supremasi kekuatan market forex. Namun timbul sebuah pertanyaannya dari sekian banyak info yang beredar dimarket forex pada setiap harinya, manakah yang benar–benar bermakna...? Namun apabila anda adalah investor yang ingin menerjemahkan mengenai info market yang didapat setiap harinya kemudian menjadikan suatu bagian dalam analisa fundamental yang solid, maka uraian ini cocok untuk anda.

Anda tidak perlu menjadi ahli statistik ataupun seorang profesor doktor ekonomi untuk memulai belajar analisa fundamental, namun ini lebih ditekankan kepada pengaplikasian secara real. Pada dasarnya, pergerakan harga yang terjadi dimarket forex mempunyai alasan tertentu. Analisa fundamental mengumpulkan seluruh informasi mengenai profit, management ability, kekuatan industri, dan yang tak kalah lagi terpentingnya adalah supply and demand.

Kebanyakan para investor menggunakan analisa fundamental daripada metode-metode yang lain dan selebihnya menggunakan analisa teknikal. Baik analisa fundamental maupun teknikal, keduanya sama-sama menggunakan trend. Fundamental menggunakan data-data ekonomi untuk memprediksi hasil kedepan, sedangkan teknikal menggunakan pola visual chart (mengabaikan prinsip supply and demand).

Pada analisa teknikal beserta indikatornya pada dasarnya mempunyai sifat untuk jangka pendek, sedangkan analisa fundamental ialah suatu media yang penting untuk memprediksi sebuah prospek jangka panjang namun tidak untuk memprediksi pergerakan chart pada setiap harinya.

Untuk memperjelas pembahasan ini, saya akan membaginya menjadi beberapa bagian, seperti berikut : Market tidaklah logis Market ialah sebuah jaringan dari suatu gosip, bisikan/rumor, serta tingkah lakunya tersebut belum tentuk rasional, Maka perlu kita ambil sebuah contoh yang menarik dalam skala kecil. Contoh : Sebuah perusahaan berhasil membukukan net profit dengan nilai sebesar 9% selama 3 tahun berturut–turut, dan pada tahun ini hanya mengharapkan target profit sebesar 8%. Kemudian para analis market dan media beramai–ramai memprediksi profit akan seperti tahun lalu, yakni sebesar 9%. "Ketika perusahaan mengumumkan hasil aktual profitnya yang sebesar 8%, saham perusahaan tersebut bergerak turun untuk jangka waktu yang pendek". Pada kasus tersebut diatas, dapat dihasilkan sebuah penilaian positif atau negatifnya suatu prediksi hanyalah pada persepsi market dalam jangka pendek yang cenderung mengabaikan nilai dari data sebenarnya. Hal ini yang perlu dipahami oleh setiap trader yang menggunakan analisa fundamental agar tetap mengedepankan nilai logika terhadap segala informasi yang telah diterimanya.

Investor jangka panjang percaya bahwa, investasi dalam jangka panjang akan menghasilkan sebuah profit yang konsisten. Investasi jangka pendek atau yang disebut dengan investasi harian mungkin akan sangat menarik untuk hari ini, namun tidaklah memiliki sebuah informasi dan nilai untuk sebuah keputusan investasi jangka panjang. Bergairahnya market pada setiap harinya mempunyai kesamaan dengan apa yang dilakukan oleh para jurnalis media. Mereka seakan-akan “membanjiri” media surat kabar dan televisi dengan berita–berita mengenai market yang selalu sensasional. Asumsi ini tanpa disadari membuat kita setiap harinya selalu tertarik dengan dunia market, dan terus berkompetisi dengan para pelaku pasar lainnya.  Berita yang terjadi pada hari ini mungkin sama sekali tidak memiliki value dalam jangka panjang. Kejadian itu hanyalah sebuah dari “kepingan” suatu puzzle yang ketika disatukan akan menghasilkan gambaran komplit dari sebuah trend. Suatu kepingan dari berita hari ini tidak dapat diartikan secara langsung dalam membuat keputusan trading, namun bagaimana suatu kepingan tersebut cocok dengan gambaran besar yang terdapat pada market.

Apa yang menjadi Target 
Dalam mengambil sebuah keputusan untuk melakukan trading pada hari ini dan menahan posisi sampai esok hari atau 10 tahun kemudian harus mempunyai target dan tujuan yang bijaksana. Para trader jangka panjang biasanya mempunyai target secara spesifik, misalnya untuk masa depan yang lebih baik. Dan pilihan investasi sangatlah banyak, dari forex, index ataupun pada komoditi. Sedangkan seorang trader jangka pendek mungkin akan lebih tertarik terhadap kegairahan yang terjadi pada saat melakukan trading, disaat melakukan open posisi buy/sell setiap harinya dan cenderung tidak berkomitment untuk mempunyai target dalam 5 atau 10 tahun kedepan. Dari kedua hal tersebut diatas, yang lebih terpenting adalah, kita semua yang harus menentukan kategori manakah yang paling cocok dan sangat ideal dengan tingkah laku kita.

Tingkat kesadaran 
Dalam membangun sebuah analisa fundamental yang solid, kiranya para investor harus memahami tentang “kejailan” market pada setiap harinya, ramainya “perlombaan” para analis yang memberikan prediksi, serta tingkah laku harga setiap harinya. Terdapat Satu hal yang perlu anda ingat, bahwa market tidaklah selalu logis, dan hampir selalu bertindak secara berlebihan (over-reacted). Dengan mengikuti setiap potongan analisa fundamental yang komplit dan menahan “godaan” market setiap harinya, kita dapat terus melihat kedepan ketika dari sebagian yang lain tidak melihatnya.

Dari uraian diatas tadi, bagaimana dengan pengalaman anda dalam membaca suatu berita ekonomi ? Mampukah anda mengaplikasikannya kedalam trading ? Mari berbagi disini untuk para trader pemula lainnya yang membutuhkan saran dari anda semua.

Cermat Memilah Berita


Apabila kita berbicara mengenai Trading Forex, maka kita tidak akan bisa lepas dari beberapa hal yang mendukung dalam Aktifitas kita pada dunia trading. Seperti halnya mengenai Analisa Teknikal maupun Analisa Fundamental. Namun dalam artikel saya kali ini, saya akan berbicara mengenai Analisa Fundamental, khususnya dalam memilih Berita yang dapat mempengaruhi pergerakan dari valas itu sendiri.

Apabila kita kurang cermat dalam memilih berita, maka pastinya anda sudah tau akibatnya bukan ? Baiklah tanpa panjang lebar lagi, simaklah uraian berita yang akan saya bagikan kepada anda.

Dari beberapa media online yang menyediakan mengenai berita tentang valas, kemungkinan bisa mencapai kurang lebih 50 berita analisa fundamental yang dapat mempengaruhi pergerakan mata uang yang anda tradingkan.

Namun tidak semua dari berita tersebut berpengaruh secara signifikan, yang beberapa diantaranya dapat membuat mata uang bergerak secara drastis. Sedangkan yang lainnya hanya menimbulkan batu sandungan dan tidak cukup berarti yang membuat trading kita mendapatkan tambahan profit. Bukanlah sebuah isu yang penting jika Kita memiliki niat untuk menjadi seorang trader setiap waktu yang tidak kenal musim.

Hari ini ketika artikel ini dibuat ada sekitar 10 berita fundamental yang patut diperhatikan mulai dari keputusan suku bunga hingga perihal masalah employment change maupun tentang hal-hal lainnya. Terdapat satu kunci jika Kita mau menguasai mengenai Anlisa Fundamental, ialah dapat membaca dan memahaminya. Untuk dapat mengetahui bahwa sebuah berita tersebut penting ataupun tidak memang diperlukan pengalaman dan pengetahuan yang mendalam. Namun terdapat beberapa website yang berbaik hati dalam memberikan kriteria untuk setiap berita yang ia terbitkan, apakah berita tersebut tidak penting, cukup penting atau sangat penting. Maka berbahagialah Kita apabila mendapatkannya.

Mengenai berita yang tidak terlalu penting, sebaiknya anda mengabaikannya serta tidak menghubungkannya dengan trading anda sama sekali, dikarenakan hanya akan memberikan pengaruh yang tidak signifikan pada trading Kita. Namun untuk berita yang menerbitkan hal-hal seperti Interest rate dan Employment Change, sangatlah berbahaya apabila kita mengabaikannya begitu saja. Mengenai berita yang lainnya, yang perlu anda perhatikan ialah pasangan mata uang yang akan anda tradingkan.

Jika anda trading pada mata uang EUR/USD, maka cukup perhatikan berita-berita mengenai mata uang kedua negara tersebut saja. Namun jika muncul berita mengenai kenaikan suku bunga namun itu berasal dari negara yang tidak ada sangkut pautnya dengan perekonomian kedua negara tersebut, lebih baik anda abaikan saja. Maka akan timbul sebuah pertanyaannya mengenai berita-berita mana saja yang perlu saya perhatikan dan mana yang tidak perlu ? Selain dari resume website yang sedang anda gunakan, anda juga perlu memahami berita-berita penting yang terkait dengan trading yang sedang anda jalankan.

Selain itu juga perlu untuk anda ketahui bahwa hanya berita negara dimana mata uangnya yang akan anda tradingkan yang perlu anda perhatikan. Sebagai contoh jika Anda bertrading GBP/USD maka cukuplah kita melihat berita dari kedua perekonomian kedua negera tersebut saja. Meskipun terdapat berita penting yang akan dikeluarkan pada hari ini namun itu adalah berita dari negara Italia misalnya, sebaiknya anda abaikan saja.

Agar tidak membuat anda bosan dikarenakan terlalu panjang dalam pembukaannya, maka untuk lebih baiknya akan langsung saya bahas aja, silahkan anda simak dibawah ini : Apabila kita ingin memiliki wawasan mengenai Analisa Fundamental, sudah pasti kita akan mencari mengenai sebuah surat kabar terbaru yang membahas mengenai Forex, namun alangkah bingungnya kita apabila tidak memiliki acuan yang tepat dalam memilih sumber berita.

Karena Website yang memuat berita mengenai Forex,Valas dll. tentunya terdapat puluhan, baik itu yang cukup penting maupun yang sangat penting untuk anda pelajari. Belum lagi ada yang berbahasa Inggris dan juga tersedia dalam Bahasa Indonesia yang memudahkan kita dalam mempelajarinya. Namun untuk memudahkan anda dalam memahaminya,  saat ini saya lampirkan beberapa berita ekonomi yang perlu anda simak beserta keterangan singkat dan pengaruhnya terhadap mata uang.

1. Average Earning Index (AEI)
Yakni berita yang memuat faktor ekonomi, biasanya berita tersebut dikeluarkan oleh Inggris dan Kanada. AEI memberikan sebuah informasi pendapatan para pekerja dan hubungannya dengan tingkat inflasi melalui indikator fundamental lainnya yang disebut RPI (Retail Prices Index). Apabila AEI mengalami kenaikan lebih cepat dibandingkan RPI maka ini adalah indikasi bahwa upah tenaga kerja mengalami kenaikan lebih cepat dibandingkan kenaikan harga pada barang. Hal ini baik bagi perekonomian sebuah negara namun berdampak negatif tingkat inflasi. Pada forex trading apabila inflasi mengalami kenaikan, maka mata uang cenderung akan menguat dikarenakan ekspektasi meningkatnya suku bunga. Dengan demikian dapat disimpulkan bila AEI mengalami kenaikan maka mata uang akan ikut naik juga. AEI tergolong high volatility expected indicator.

2. Chicago Purchasing Manager’s Index (PMI)
Berbeda dengan Chicago PMI, dimana indikator fundamental ini yang mengeluarkan oleh Amerika Serikat. Chicago PMI memberikan informasi naik atau turunnya tingkat pengeluaran para purchasing manager pada kota Chicago yang banyak diantaranya merupakan industri manufaktur. Naiknya indikator ini merupakan indikasi menguatnya mata uang USD. PMI tergolong high volatility expected indicator.

3. Consumer Price Index (CPI)
Inggris dan Amerika Serikat merupakan negara yang paling sering mengalami naik turunnya mata uang, karena pada berita CPI ini. CPI merupakan indiakator penentu suatu tingkat inflasi dititik konsumen. CPI sendiri turut membantu menentukan berapa besarnya kepercayaan konsumen dalam satu bulan dalam melakukan pembelian. Apabila CPI naik maka dengan sendirinya mata uang negara yang bersangkutan juga akan ikutan naik. CPI tergolong indikator medium volatility expected namun apabila perhitungan CPI dilakukan diluar sektor makanan dan energi maka CPI dapat menjadi high volatility expected fundamental indicator karena kedua sektor tersebut merupakan sektor yang paling sering berubah dari waktu ke waktu. CPI biasa dikeluarkan sekitar tanggal 13 setiap bulannya pada pukul 20.30 WIB (13.30 GMT).

4. Gross Domestic Product (GDP)
Hampir semua orang tahu apa itu GDP. Bahasa Indonesianya Produk Domestik Bruto. GDP merupakan salah satu indikator fundamental yang teramat penting dalam keseharian transaksi forex Kita. Bila GDP mengalami kenaikan maka secara sederhana mata uang akan menguat dikarenakan produksi sebuah negara juga meningkat.

5. Money Supply Indikator
Ini dapat mengukur mengenai tiga hal, yaitu jumlah uang yang beredar pada masyarakat dalam bentuk koin ataupun kertas, besarnya pinjaman bank kepada masyarakat dan jumlah perubahan nilai hutang yang belum dilunasi oleh pemerintah. Naiknya Money Supply biasanya akan menyebabkan mata uang dari negara yang bersangkutan akan menguat.

6. Non Farm Payrolls NFP
Merupakan salah satu berita yang paling ditunggu-tunggu oleh kebanyakan para trader fundamental. Dimana Non Farm Payroll (dikeluarkan oleh US) muncul pada sebulan sekali pada hari Jumat minggu pertama. Non Farm Payrolls mengukur besarnya sebuah pengeluaran pemerintah dalam pembayaran gaji diluar sektor pertanian dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Meningkatnya Non Farm Payrolls dapat mengakibatkan mata uang menguat dengan drastis dalam hitungan puluhan hingga beberapa ratusan point. Jadi NFP dapat digolongkan indikator very high volatility expected.


7. Producers Price Index (PPI)
PPI merupakan indikator pengukur tingkat inflasi sama seperti CPI. Bedanya jika CPI berada di sisi konsumen maka PPI mengukur inflasi dari tingkat produsen. Kenaikan harga bahan baku, biaya transportasi dan berbagai komponen produksi menjadi bagian dari perhitungan PPI. Jika PPI mengalami kenaikan maka mata uang akan menguat. PPI biasa dikeluarkan sekitar tanggal 11 setiap bulan pukul 20.30 WIB (13.30 GMT). PPI tergolong high voltility expected indicator.

8. Retail Sales 
Retail Sales mencatat seluruh total penjualan barang, namun tidak termasuk jasa karena pengukuran jasa tergolong sulit. Retail Sales merupakan salah satu indikator yang baik untuk mengukur suatu tingkatan pengeluaran para konsumen. Biasanya bil AEI (Average Earning Index) mengalami kenaikan maka Retail Sales juga akan meningkat karena naiknya upah pasti akan diikuti meningkatnya konsumsi. Bila Retail Sales naik maka mata uang juga akan naik nilainya, dan Retail Sales dikeluarkan sekitar tanggal 12 setiap bulannya pada pukul 20.30 WIB (13.30 GMT).


9. Trade Balance
Trade Balance ialah selisih antara nilai ekspor yang dikurangi nilai impor pada sebuah negara. Nilai minus akan menunjukkan impor lebih besar dibandingkan dengan ekspornya dan sebaliknya jika positif itu menunjukkan ekspor lebih besar dibandingkan impor. Dari kebanyakan negara yang sedang melakukan ekspansi perdagangan atau negara berkembang memiliki Trade Balance yang negatif. Namun demikian dalam pasar uang, semakin positif nilai Trade Balance maka semakin menguat nilai mata uang negara bersangkutan.

10. ISM Manufacturing Index (ISM-MI) Insititute of Supply Management Manufacturing Index
Merupakan sebuah indikator terbesar untuk indikator fundamental yang dapat mengukur suatu indeks manufaktur. Dikeluarkan pada hari pertama jam kerja pada setiap bulannya, ISM-MI merupakan hasil surver lebih dari 20 industri manufaktur dan melibatkan 300 purchasing manager di Amerika. Cara pembacaannya kurang lebih sama, bila ISM-MI mengalami kenaikan tentu saja mata uang negara yang bersangkutan akan menguat.

11. Consumer Confidence Index (CCI) 
Merupakan salah satu indikator yang mengukur tingkat kepercayaan pada 5000 konsumen yang telah dilakukan survey dan pandangan mereka terhadap prospek ekonomi kedepan. CCI dikeluarkan setiap hari Selasa pada akhir bulan pukul 22.00 WIB (15.00 GMT). Bila CCI mengalami kenaikan itu artinya kepercayaan konsumen semakin meningkat terhadap perkembangan ekonomi dan mengakibatkan mata uang dapat meningkat. CCI tergolong Moderate Volatility Expected indicator.

12. Interest Rate Statement 
Pada setiap bulannya Bank Sentral pada tiap-tiap negara akan selalu mengumumkan mengenai kebijakan suku bunga bank sentral sebagai patokan bagi bank-bank lainnya di negara tersebut. Keputusannya tersebut apakah naik, turun atau tetap. Suku bunga tersebut pada akhirnya akan menentukan besarnya suku bunga deposito, kredit, tabungan dan berbagai kebijakan pinjam-meminjam lainnya pada dunia perbankan di negara itu. Sehingga dapat dikatakan kebijakan suku bunga merupakan salah satu aksi final Bank Sentral terhadap berbagai kondisi ekonomi yang sedang terjadi di negaranya. Pasar uang termasuk jenis investasi yang sensitif terhadap perubahan suku bunga. Terutama apabila terjadi perubahan pada suku bunga yang tidak diprediksi sebelumnya oleh pasar. Sederhananya apabila terjadi kenaikan suku bunga maka dapat dikatakan bahwa mata uang akan meningkat dengan drastis dan apabila terjadi sebaliknya, apabila terjadi penurunan suku bunga maka mata uang akan mengalami pelemahan dengan drastis pula. Kebanyakan para negara maju dapat menahan laju suku bunganya untuk menghambat terparkirnya dana di Bank dan tidak diolah menjadi investasi di dunia riil. Sebaliknya pada negara berkembang biasanya pemerintah mencetak terlalu banyak uang untuk membiayai kegiatan pembangunan. Untuk itu diperlukan kebijakan suku bunga yang lebih kompetitif guna menarik uang yang terlalu banyak beredar dipasar dengan cara membuat bunga tabungan dan deposito terlihat lebih menarik.


Rumor Pasar


Rumor bisa diartikan :

"Informasi yang belum diverifikasi.  Belum pasti   biasanya menyebar dari mulut ke mulut. dan hal ini bisa semakna dengan Desas desus, kabar angin atau  Gosip . Dalam aktivitasanya dalam kegiatan pasar maka Romor Pasar adalah Informasi , desas desus atau kabar yang menyebar namun belum pasti kebenarannya."

Ada Rumor atau desas desus dilingkungan politik  yang mengatakan bahwa presiden Indonesia tahun 2014 adalah wanita adalah belum pasti. karena sekarang baru tahun 2012. Namun tentunya Desas desus ini tidak serta merta asal  muncul kecuali ada sebabnya. semisal banyaknya wanita yang mencalonkan diri  menjadi presiden ditahun 2014 nanti. Atau adanya survei survei yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei yang menunjukan adanya dukungan besar terhadap wanita yang maju menjadi calon presiden di tahun 2014 atau pula yang lainnya. Sehingga Desas desus ini membentuk sebuah opini publik dimasyarakat bahwa tahun 2014 benar-benar di pimpin oleh presiden wanita. Namun hal ini sekali lagi belum pasti. Dan benar atau tidaknya  bisa dilihat ditahun 2014 nanti

Demikianpun dengan kondisi Pasar.   Tidaklah  jauh berbeda.  Seperti diketahui bersama, bursa finansial  sangat sensitif dengan berita yang sedang beredar di market. Bahkan dapat dikatakan bahwa yang menggerakan nilai tukar mata uang adalah justru berita itu sendiri. Dengan kata lain berita adalah penggerak emosi market yang mengakibatkan berubahnya titik keseimbangan pada nilai tukar mata uang

Itu sebabnya news/berita sangat berpengaruh terhadap portfolio investasi seorang  trader.  Jika saja  Anda seorang yang tidak terlibat dalam dunia trading, mungkin  tidak terlalu peduli dengan kenaikan  Data tenaga keraja, Naik atau berkurangnya data pengguran dan yang lainnya dari suatu negera.

Bagaimana Mensikapi Rumor ? 

Rumor Ibarat Gosip yang Diartikan DiGosok Gosok Biar SiP. Yang kebenarannya memang mesti dicari dan diteliti. Membaca dan mendengar  berita perlu di pilah pilih. Agar kita tidak terjebak dan terjerumus kepada kerugian. Tayangan media cetak dan elektronik mesti kita waspadai. apalagi jika sudah membeberkan aib orang lain.

Antisipasi Terhadap Rumor Pasar

1. Melihat Kalender Perdagangan

Dalam Dunia Perdagangan ini yang mesti kita lakukan adalah tidak tergesa gesa mengambil tindakan dengan melakukan open trade karena hanya karena  baru  mendengar dan membaca Info yang baru beredar. Sikap Hati hati ini mesti dan penting dimilki oleh trader. Dalam Dunia perdagangan ini ada jadwal jadwal data yang akan dirilis dalam sehari, sepekan atau sebulan. maka tidak salah jika kita ketahui kalender atau jadwal tersebut. walaupun pada akhirnya terjadi perubahan jadwal penayangan.

Trader yang memiliki Psikologis Trading Yang tinggi tentunya tidak akan terpengaruh oleh rumor dan desas desus yang beredar. Namun bukan berati ia tidak sama sekali melakukan open Posisi. Dan Bukan pula  Sekedar Wait and See saja.  Tapi ia mencari peluang dimana saat yang bagus untuk melakukan Open dan Exit perdagangan

Market Yang berfluktuatif adalah kesempatan untuk mengambil keuntungan sebanyak banyaknya. Namun tentunya dengan perhitungan pertimbangan  tertentu .  Tidak Asal Buy dan tidak asal Sell .

2. Membuat Plan Trading

Diakui atau tidak Setiap trader bisa memiliki pandangan yang berbeda-beda terhadap pasar. Demikian pula cara berpikir, toleransi resiko dan target, tentu berbeda-beda pula. Hanya karena seseorang memiliki metode trading yang bisa mereka jalankan dengan baik dan sukses, belum tentu metode tersebut cocok pula bagi Anda. Dengan kata lain, belum tentu Anda pun bisa mejalankan metode trading tersebut dengan baik dan sukses pula.

Membangun trading plan dan menjalankannya dengan baik sangat erat kaitannya dengan disiplin. Namun disiplin saja tidak cukup.  Anda harus memiliki kedisiplinan ekstra ketat. Memiliki kedisiplinan yang Ekstra ketat adalah karakter yang paling penting dari seorang trader sukses.

Kedisiplinan yang ketat  di butuhkan untuk menjalankan trading plan yang kita bangun. Trading plan itu sendiri merupakan panduan mengenai apa yang harus kita lakukan, mengapa, kapan dan bagaimana kita akan melakukannya. Trading plan melingkupi kepribadian kita sebagai trader, target pribadi, manajemen resiko dan sistem trading yang akan kita aplikasikan.

Fakta mengatakan kegagalan dalam trading disebabkan oleh karena kita tidak memiliki trading plan atau tidak menjalankan trading plan dengan baik.

Jadi Milikilah trading plan, yang sesuai dengan karakter Anda sebagai trader, dan senantiasa meng-update-nya sejalan dengan pengalaman anda mempelajari pasar

“If you fail to plan, then you have already planned to fail.”  

" Jika anda merencanakan gagal maka akan gagal. Jika anda merencanakan sukses maka akan sukses "

Faktor Fundamental Yang Mempengaruhi Pasar


Masih banyak teman-teman trader yang sedikit banyak tidak mengetahui mengenai faktor fundamental dan efeknya dari fundamental tersebut terhadap reaksi pasar. Meskipun beberapa trader sudah memahami, namun tidak jarang mereka fokus hanya kepada teknikal. Mengingat faktor fundamental sangat besar pengaruhnya, Anda sudah sewajarnya untuk memahami dan mengerti apa saja yang menjadi faktor utama penggerak perdagangan pasar forex.

Setiap pergerakan harga, selalu diikuti adanya news. Terkadang ada news yang mampu menggerakkan ratusan point, namun ada pula yang tidak mampu bergerak sama sekali. Dari data-data yang pernah terjadi, kegiatan news ini erat kaitannya dengan adanya faktor stabilitas suatu negara. Ketika negara yang bersangkutan sedang dilanda suatu musibah atau bencana alam, biasanya imbasnya akan keperekonomian negara tersebut.

Secara otomatis, harga pada mata uang akan bergerak disaat ketidakpastian negara dalam mengatasi bencana dan kepanikan warga saat ini. Berbeda dengan teknikal, Anda hanya cukup mampu mengatasi dan mengikuti pergerakan harga berdasarkan signal yang terjadi. Namun terkadang signal yang diberikan oleh teknikal masih dapat termodifikasi atau false signal. Kenapa false signal selalu terjadi? Karena fundamentallah yang sebenarnya sebagai tonggak terjadinya pergerakan, bukan teknikal. Nah untuk itu, ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai faktor fundamental terhadap market forex, diantaranya :

Ekonomi  Suatu Negara
Yang menjadi rawan dan pergerakan harga meningkat adalah karena ada laporan dari perekonomian negara tersebut. Biasanya data yang dirilis menghasilkan reaksi pasar yang cukup besar. Pergerakan terjadi antara 50 sampai 120 point sekali terjadinya news. Andaikan saja tidak ada news setelah data tersebut dirilis, maka memungkinkan efeknya sampai berbulan-bulan lamanya.

Data-data tersebut hanya sebuah laporan bulanan yang terus diupdate. Sehingga Anda dapat mempelajari pergerakan cepat dari ekonomi suatu negara dari kalender-kalender ekonomi yang sudah tersedia banyak diinternet. Contoh dari laporan ekonomi suatu negara adalah : laporan tenaga kerja (Non Farm Payrolls), penjualan retail (retail sales), dan lain-lain.

Suku Bunga
News ini biasanya mampu bergerak hebat dan mempengaruhi pair dari negara yang bersangkutan. Terjadinya peningkatan suku bunga atau penurunan suku bunga sudah menjadikan pergerakan di market semakin bergejolak. Jadi jika Anda ingin mendapatkan pergerakan yang kencang, cukup lihatlah pada suku bunga dari negara tersebut. Sebelum data di update pada bulan depannya, maka Anda harus mengingat-ingat mengenai rilis data tersebut.

Biasanya trend panjang akan terjadi sesuai rilis suku bunga. Paling gampang diketahui news apa yang memuat suku bunga ada ketika Anda melihat berita yang mengandung bunga (rate). Nah, saat terjadi berita rate, Anda harus waspada. Pergerakan bisa mencapai puluhan point.

Politik atau sosial
Ketika terjadi gejolak politik seperti pergantian presiden, atau pergantian pemimpin suatu negara maka gejolak mata uang dari pair bersangkutan bakal terjadi. Biasanya terjadi faktor politik seperti ini tidak akan tertulis di kalender ekonomi, namun Anda harus mencari berita-berita terkini, misalnya melihat berita dari tv, koran, majalah, sampai tajuk di website-website ternama. Perlu diwaspadai juga bila terjadi rapat, karena di kalender hanya tersedia tulisan misalnya pertemuan ECB namun tidak tertulis data forecast maupun previousnya.

Bencana Alam atau Peperangan
Data ini tidak akan tercantum di kalender ekonomi. Anda memang harus mencari berita di website-website yang menyediakan informasi dari negara bersangkutan. Anda pun harus mencari berita di tv, koran, maupun informasi lainnya. Karena bersifat informasi mengenai bencana, maka efek dari pergerakan mata uang tersebut berimbas negatif. Jadi harga biasanya tidak mendukung mata uang, namun melawan mata uang itu sendiri.

Kesimpulan
Data-data yang dirilis bisa mampu menggerakan harga tergantung dari news yang dirilis. Setiap news mengandung arti berbeda. Walaupun ada perilisan data, terkadang Anda harus mencari informasi sendiri melalui koran, surat kabar, dan informasi-informasi lainnya pada website-website penyedia informasi.

All Industries Index


Ada yang sudah tahu tentang berita tersebut? News ini sering muncul pada kalender ekonomi. Karena sangat seringnya, bahkan setiap bulan pasti ada, membuat kita bertanya-tanya. Apa pentingnya berita tersebut sampai muncul setiap bulan, mengapa dimunculkan? Nah disini, kita akan belajar mengenai news All Industries Index yang dapat memberi pengaruh kepada pasar. Dan negara mana saja yang memiliki data ini? Yuk pelajari lebih lanjut.

Awalnya berita tidak ada pada kalender ekonomi sebelum negara memasukkan mata uangnya ke dalam market falas. Rilis data tersebut dijadikan indikator sebagai  untuk mengevaluasi perubahan produksi dalam sektor ekonomi selama sebulan penuh.

Hal tersebut tidak terpatok pada produk maupun bahan pokok. Tapi juga didapatkan dari sektor jasa yang mencakup seluruh informasi keuangan. Selain pada jasa, manufaktur seperti kerajinan tangan ataupun olahan pangan buatan tangan termasuk di dalamnya. serta konstruksi bangunan dan sektor publik juga tidak luput dari laporan berita tersebut.

Jika Anda memiliki usaha kerajinan tangan atau punya industri rumahan misalnya membuat pisang goreng atau es campur.. he he... nah itu bakal masuk laporan dari berita All Industries Index. Jadi jangan diremehkan loh pabrik manufaktur tersebut. Kalau misanya memakai toilet umum, nah itu juga termasuk ..he he...

Biasanya All Industries Index selalu berkaitan erat dengan GDP suatu negara yang mengeluarkan rilis berita ini. Selain berkaitan, juga akan mempengaruhi pada tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara tersebut. Jadi, news ini secara tidak langsung ikut berperan dalam mengiringi news lain.

Jika All Industries Index muncul secara mandiri atau tidak ada dukungan dari news lain, biasanya jarang mempengaruhi pasar. Karena news akan aktif ketika memiliki teman atau news dari negara yang sama saat perilisan diwaktu yang sama pula.

Jika kita melihat All Industries Index muncul setiap bulan, namun jika kita teliti lebih detail lagi maka tidak hanya pada bulanan saja. pada kasus tertentu setelah laporan dirilis, data akan dimulai lagi setelah 7 sampai 8 minggu baru akan dimunculkan kembali. Jadi tidak harus setiap bulan All Industries Index dapat muncul. Tapi lebih tepatnya perlu waktu 8 minggu untuk dapat muncul di jadwal ekonomi suatu negara tersebut.

Negara
Kita sudah mengetahui tentang All Industries Index secara lebih luas. Nah, sekarang negara mana saja sih yang mengeluarkan data All Industries Index ini? Hampir negara besar akan mengeluarkan data tersebut untuk membantu perilisan ekonomi dan mendukung negaranya. Negara-negara tersebut antara lain : Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, Inggris, Canada, Swiss, Australia, dan Selandia Baru.

Biasanya All Industries Index memiliki potensi untuk mengalami revisi. Bentuk revisi ini biasanya dilakukan untuk dijadikan perubahan-perubahan data selama 1 bulan sebelumnya. Namun yang paling penting untuk diingat, data All Industries Index jarang mengalami revisi jika data tersebut di keluarkan pada akhir tahun sebagai penutupan laporan tahunan.

Lalu siapa yang mengeluarkan laporan All Industries Index? Biasanya negara yang bersangkutan langsung mengeluarkan rilis berita. Dengan menunjuk suatu badan untuk mengevaluasi data-data setiap bulannya. Sumber laporan didatangkan langsung dari Kementrian Ekonomi, perdagangan, dan industri. Jadi rilis data All Industries Index berada di bawah pengawasan pemerintahan suatu negara yang mengeluarkannya.

Housing Start


Kali ini kita akan memperdalam mengenai rilis news Housing Start. Berita ini sangat berpengaruh kepada market. Dengan pengaruhnya mampu memnggerakkan market lebih hebat. Lalu apa sih sebenarnya housing start itu? Dan seberapa pentingkah buat trader? serta negara mana saja yang memiliki data rilis Housing start? Disini Anda akan mempelajarinya. Dengan Anda memahami rilis news ini, diharapkan Anda akan siap dengan rilis news tersebut di perilisan berikutnya.

Housing Start itu sebuah news vital bagi negara yang membuat laporan tersebut. Karena sangat vitalnya, mereka akan mengusahakan supaya mampu membuat data bisa positif. Walaupun begitu, tidak selamanya housing dapat menjadi positif karena ada faktor-faktor lain.

Bagi sebagian trader tak akan ambil pusing ketika data sedang positif atau negatif. Namun bila Anda cermati lebih dalam lagi maka akan ada kesinambungan antara perilisan data dari bulan lalu, pekan lalu, atau tahun lalu, sampai dengan perilisan bulan mendatang. Begitu juga dengan housing start ini, laporan sangat dibutuhkan oleh investor untuk melihat perkembangan market di masa depan.

Lalu apa sih housing start? Housing Start adalah indikator pengukur perubahan jumlah pembangunan awal untuk perumahan yang baru saja di buat. Lebih simplenya housing start merupakan salah satu indikator awal dari pasar perumahan, hanya tinggal menunggu surat ijin bangunan saja perumahan sudah layak difungsikan.

Kalau rumah Anda belum memiliki surat bangunannya tapi Anda sudah membangun rumahnya, maka laporan housing start dapat digunakan untuk merujuk kepada berapa rumah yang sudah jadi. Intinya, ketika Anda tidak memiliki IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) maka informasi tersebut dapat didata sebagai housing Start di jadwal ekonomi market.

Jadi hati-hati nih kalau buat rumah tanpa IMB. Risikonya rumah Anda dapat di bongkar sewaktu-waktu karena tidak mengikuti aturan dari pemerintah. Sangsinya adalah bongkar paksa. Kalau sudah punya bangunan cepat-cepat di beri surat ijinnya. Apa mau kena bongkar tuh? He he...

Penting
Data Housing Start dianggap memberi gambaran efek jangka panjang. Pergerakan saat perilisan cukup besar antara 20 sampai 60 point dalam sekali pergerakannya. Namun dibalik itu, ada hal yang perlu dikupas tuntas mengenai news housing. Data ini diambil dari salah satu buku “Celah-Celah Profit Di Forex Market” yang isinya mengenai housing.

Bila sektor perumahan suatu negara menggeliat umumnya perekonomian di negara tersebut turut menggeliat juga yang secara tidak langsung ikut mendongkrak GDP negara tersebut secara bersamaan mata uang nilai tersebut ikut terdongkrak. Sebaliknya, jika sektor perumahan suatu negara sepi umunya perekonomian di negara tersebut turut sepi juga yang secara tidak langsung ikut menurunkan GDP negara tersebut bersamaan mata uang nilai tersebut ikut merosot. Jika ditemukan sebuah penurunan tajam dalam konstruksi rumah baru maka hal itu adalah sinyal peringatan dari perlambatan ekonomi negara. Sebaliknya, rebound House Starts membuka jalan bagi pemulihan ekonomi pada negara itu.

Negara
Banyak negara yang telah memiliki data Housing Start. Oleh karena itu negara-negara yang memiliki perilisan data harus diketahui oleh trader dalam mengantisipasi dari keluarnya rilis data housing start. Negara-negara tersebut antara lain : Amerika Serikat, Euro-Zone, Jepang, Inggris, Kanada, Swiss, Australia, dan Selandia Baru.

Product Domestic Bruto


Keberadaan indikator ini adalah yang paling kuat dibandingkan dengan indikator lain. Lebih tepatnya adalah indikator fundamental. Karena sifatnya data, maka dikeluarkan di jadwal ekonomi. Lalu kapan sih PDB itu keluar? Dan apa saja pengaruh, cerita, dan perilisannya? Yuk pelajari lebih lanjut.

Pengertian PDB
PDB merupakan singkatan dari Produk Domestik Bruto. Dimana laporan dari rilis data ini sangat ditunggu-tunggu dan termasuk indikator paling penting. Karena sangat pentingnya, banyak dari trader-trader profesional akan menunggu kejadian rilis data yang terjadi. Dengan memanfaatkan rilis data PDB, maka Anda dapat mengetahui perjalanan market 3 bulan yang akan datang.

PDB adalah nilai moneter agregat dari semua barang dan jasa yang diproduksi oleh seluruh perekonomian selama satu kuarter (tidak termasuk kegiatan internasional). Angka inti untuk mencarinya adalah tingkat pertumbuhan PDB.

Waktu Perilisan
Untuk mengetahui waktu kapan dirilis Anda dapat melihatnya di kalender ekonomi. Dengan melakukan cek satu persatu data rilisnya..he he..he.. pusing dunk..... Namun Anda jangan khawatir, saya akan berikan bocorannya kapan rilis waktunya dimulai yaitu pada pukul 20.30 WIB pada hari terakhir setiap kuartal atau 3 bulan setiap tahun.

Cerita
Secara umum, perekonomian AS tumbuh sekitar 2,5-3% per tahun dan penyimpangan dari kisaran ini dapat membuktikan menjadi lebih berpengaruh. Pertumbuhan di atas tingkat ini sering dianggap tidak berkelanjutan dan pelopor untuk inflasi tinggi. Jadi, Fed biasanya merespon dengan mencoba untuk memperlambat sebuah ekonomi yang sedang "overheated".

Pertumbuhan di bawah kisaran (dan pertumbuhan terutama negatif) berarti bahwa perekonomian berjalan lambat, yang dapat menyebabkan peningkatan pengangguran dan pengeluaran yang lebih rendah.


Perlu dicatat bahwa setiap laporan PDB awal akan direvisi dua kali sebelum angka akhir diselesaikan pada saat: Laporan "terdahulu" diikuti oleh laporan "awal" sekitar sebulan kemudian dan laporan akhir sebulan setelah itu. Revisi yang signifikan untuk jumlah terdahulu dapat menyebabkan tambahan gejolak harga pada pasar saat ini.

Angka-angka PDB dilaporkan dalam dua bentuk: yang pertama adalah dalam bentuk Dollar yang berlaku saat ini dan yang kedua dalam bentuk Dollar konstan. PDB dolar saat ini dihitung dengan menggunakan dolar hari ini dan membuat perbandingan antara periode waktu yang sulit karena akibat inflasi. PDB dolar konstan memecahkan masalah saat ini dengan mengubah informasi saat ini ke beberapa dolar era standar, seperti dolar pada tahun 1997. Proses ini menggambarkan akibat dari inflasi dan memungkinkan perbandingan yang mudah antar periode.

Unemployment Rate


Tahukah Anda kenapa banyak sekali data yang memperlihatkan Unemployment tersebut. Setiap bulan dipastikan data tersebut muncul di masing-masing negara yang tertera dalam kalender ekonomi. Sebetulnya apa saja sih pengaruhnya terhadap market, dan bagaimana mengantisipasi dari gejolak pasar akibat news Unemployment Rate itu? Disini Anda akan mempelajari Unemployment Rate beserta pengertian dan pengaruhnya terhadap pasar.

Pengertian Unemployment Rate
Dalam arti Indonesia Unemployment Rate adalah data untuk laporan pengangguran. Dan definisi dari Unemployment Rate adalah tunjangan kepada orang-orang yang tidak bekerja karena tidak mendapatkan pekerjaan.


Pengangguran terjadi ketika orang tidak bekerja dan sebenarnya mereka masih mampu serta aktif bekerja. Tingkatan pengangguran merupakan ukuran prevalensi yang dihitung dengan membagi jumlah para penganggur oleh semua individu saat ini di angkatan kerja. Selama periode resesi, ekonomi biasanya mengalami tingkat pengangguran yang relatif tinggi. Dalam sebuah berita di tahun 2011, BusinessWeek melaporkan, “Lebih dari 200 juta orang di dunia tidak memiliki pekerjaan. Hal ini merupakan rekor tertinggi dalam sejarah, karena hampir dua pertiga penduduk negara maju dan setengah dari negara-negara berkembang mengalami perlambatan pertumbuhan lapangan kerja“.

Di AS, orang dianggap menganggur jika mereka mampu dan mau bekerja, tetapi mereka tidak memiliki pekerjaan. Laporan dirilis setelah mereka secara aktif mencari pekerjaan dalam waktu 4 minggu terakhir tapi tidak kunjung menemukan pekerjaannya. (Tingkat pengangguran tidak termasuk paruh waktu atau 'setengah menganggur' dari orang yang aktif mencari pekerjaan penuh waktu). Sedangkan untuk usia angkatan kerja mencakup semua orang dimulai dari usia 16 tahun ke atas.

Pentingnya Data Unemployment Rate
Angka Tingkat Pengangguran adalah sosok yang paling populer digunakan untuk memberikan gambaran kondisi pasar tenaga kerja. Unemployment Rate dapat digunakan sebagai indikator perubahan data non-farm payrolls serta indikator kunci lain dari pasar tenaga kerja AS.

Karena bank sentral bertindak di bawah tekanan yang ketat untuk menjaga pengangguran di bawah kontrol karena inflasi, pengangguran yang tinggi sering menempatkan tekanan pada suku bunga yang mempengaruhi devisa. Jika terjadi tekanan suku bunga, maka bank sentral akan berusaha meningkatkan perekonomian dengan memperbaiki situasi lapangan kerja.

Secara umum, pengangguran merupakan indikasi dari produksi ekonomi, konsumsi swasta, pendapatan para pekerja, dan sentimen konsumen. Jika pengangguran sudah teratasi karena sudah mendapat gaji, maka akhirnya akan mengarah ke belanja konsumesi yang lebih tinggi, pertumbuhan ekonomi dan tekanan inflasi potensial. Hal ini akan mendongkrak nilai domestik negara tersebut semakin membaik. Sebaliknya, jika tingkat pengangguran yang tinggi dengan pendapatan masyarakat yang rendah, maka dapat dipastikan pengeluaran akan lebih rendah, dan ekonomi akan mulai mengalami stagnan atau penurunan.

Kesimpulan
Unemployment Rate merupakan data terpenting sebelum adanya rilis non farm payroll. Jika Anda melihat pelemahan pada Unemployment Rate, maka pada non payroll kemungkinan besar akan mengalami pelemahan pula. Jika orang-orang sudah mendapatkan pekerjaan dan menerima gaji, akibatnya daya beli konsumen bakal meningkat. Percepatan ekonomi bakal meningkat dan menyebabkan banyak investor yang terus berinvestasi di negara tersebut.

Analisa Fundamental


Analisa fundamental adalah analisa yang mengandalkan berita-berita yang terjadi di pasar dunia. Atau yang sedang beredar di market. Kandungan berita ini menjadi penggerak emosi market trader untuk menentukan nilai suatu mata uang, saham, atau instrumen yang lain.

Salah satu contohnya adalah kenaikan suku bunga Bank Sentral oleh The Fed (bank sentralnya US) dapat berarti menguatnya Dollar. Naiknya harga petrolleum akan mengerek saham-saham yang berhubungan dengan komoditas, dsb. Jika anda tidak menyukai analisa yang rumit-rumit (hitungan, grafik, dsb), maka kini saatnya anda untuk mempelajari analisa fundamental ini.

Untuk mempelajari analisa fundamental dengan benar maka anda harus mempelajari ilmu ekonomi, financial secara makro. Misalnya mengapa kenaikan suku bunga dapat menjadikan nilai mata uang menguat. Disini tidak akan dijelaskan secara mendetail tentang hukum-hukum ekonomi tersebut. Namun ada beberapa berita (indikator ekonomi) yang sekiranya dapat anda gunakan sebagai acuan.

Kondisi politik & perekonomian Amerika sangat berpengaruh kepada kondisi perekonomian dunia, karena itu news dan data ekonomi AS sering dijadikan sebagai acuan oleh para investor terhadap pergerakan mata uang utama dunia.

Anda bisa melihat beberapa indikator ekonomi (berita) yang bisa anda gunakan sebagai acuan disini
Untuk memahami arti dari istilah-istilah news anda bisa lihat disini

3 Factors That Drive The U.S Dollar

When it comes to the decision of whether you should buy or sell dollars, it all boils down to how the economy is performing. A strong economy will attract investment from all over the world due to the perceived safety and the ability to achieve an acceptable rate of return on investment. Investors always seek out the highest yield that is predictable or “safe.” Investment from abroad creates a strong capital account and a resulting high demand for dollars. (Learn about the basics of technical analysis in currency trading with our Forex Walkthrough.)

On the other hand, American consumption that results in the importing of goods and services from other countries causes dollars to flow out of the country. If our imports are greater than our exports, we will have a deficit in our current account. With a strong economy, a country can attract foreign capital to offset the trade deficit. The U.S. can continue as the consumption engine that fuels all the world economies even though it’s a debtor nation that borrows this money to consume. This also allows other countries to export to the U.S. and thus keep their economies growing. This explanation is simplistic, but it illustrates a point. (Learn more about how a country’s current account reflects the country’s economic health in Understanding The Current Account In The Balance Of Payments.)

Factors Affecting Dollar Value

The point is that when it comes to taking a position in the dollar, the currency trader needs to assess the different factors that affect the value of the dollar to try to determine a direction or trend. The methodology can be divided into three groups as follows:

Supply and demand factors
Sentiment and market psychology
Technical factors
Let’s take each group individually.

Supply Versus Demand for Dollars

When we export products or services, we create a demand for dollars because our customers need to pay for our goods and services in dollars and, therefore they will have to convert their local currency into dollars. Hence they sell their currency to buy dollars so that they can make the payment.

In addition, when the U.S. government or large American corporations issue bonds to raise capital, and if these bonds are bought by foreigners then again the bonds have to be paid for in dollars and the customer will have to sell their local currency to buy dollars so they can effect payment. Also, if there is strong growth in the U.S. and companies are expanding their earnings then the desire by foreigners to own corporate stocks in the U.S. also requires that they sell their currency to buy dollars to pay for the purchase of stocks.

Sentiment and Market Psychology

But what if the U.S. economy weakens and consumption slows due to increasing unemployment? Then the U.S. is confronted with the possibility that foreigners may sell their bonds or stocks and return the cash from the sale in order to return to their local currency. Hence they sell the dollars and buy back their local currency.

Technical Factors

As traders, we have to gauge whether the supply of dollars will be greater or less than the demand for dollars. To help us determine this, we need to pay attention to various news and event items, such as the release by the government of various statistics, such as payroll data, GDP data, and other market and economy measuring information that can help us to determine what is happening in the economy and to estimate whether the economy is strengthening or weakening. (For a comprehensive overview of 24 major indicators, take a look at our Economic Indicators Tutorial.)

In addition, we need to determine the general sentiment regarding what the players in the market think the outcome of events is likely to be. Very often, sentiment will drive the market rather than the fundamentals of supply and demand. To add to this mix of prognostication, besides the measurement of supply and demand factors and sentiment, we also have the historical patterns generated by seasonal factors, support and resistance levels, technical indicators and so on. Many traders believe that these patterns are repetitive and therefore can be used to predict future movements. (Learn about the basics of technical analysis in our Technical Analysis Tutorial.)

Bringing Them All Together

Since trading relies on the ability of a trader to take a risk and manage it accordingly, traders usually adopt some combination of the three above methods to make their buy or sell decisions. The art of trading exists in stacking the odds in your favor and building an edge. If the probability of being correct is high enough the trader will enter the market and manage his hypothesis accordingly. To stack the odds in our favor we therefore need to take into account each one of the three methodologies and hopefully find them to be congruent, meaning that they all point in the same direction.

An Example

The economic conditions during the recession that began in 2007 forced the U.S. government to play an unprecedented role in the economy. Since economic growth was receding as a result of the large deleveraging of financial assets taking place, the government had to take up the slack by increasing government spending to keep the economy going. The purpose of their spending was to create jobs so that the consumer could earn money and increase consumption thereby fueling the growth needed to support economic growth. (For a review of the recession during this time period, refer to The 2007-08 Financial Crisis In Review.)

The government took this position at the expense of an increasing deficit and national debt. It financed this increase by essentially printing money and by selling government bonds to foreign governments and investors – resulting in an increase in the supply of dollars. Hence the dollar depreciated as a result. Another concern for countries that rapidly issue debt is that the interest burden will increase and, therefore, more tax dollars will be allocated just to cover the interest rate.

One of the roles of the government is to create the conditions necessary to allow the markets to grow so that is the economy is as close to full employment as possible, but with controlled inflation. Thus when the economy deflates the government will try to do all it can to re-inflate it in a controlled manner.

Memahami Forex Calendar


Bila para pembaca pernah belajar tentang ekonomi USA, tentunya akan terkagum-kagum dengan rapinya tatanan dan strukturnya.

Berbeda dengan negeri kita tercinta ini, yang masih amburadul sehingga disebut sebagai negara yang masih berkembang

Pada ekonomi US, tiap bulan selalu dilakukan survai ekonomi oleh lembaga pemerintah dan perguruan tinggi. Hasil survai inilah yang kemudian dijadikan indikator-indikator ekonomi yang selalu dipantau dalam forex economic calendar.

Sehingga dengan cara ini bila terdapat sesuatu yang salah atau tidak wajar sedang terjadi pada perekonomian, maka sejak dini telah terdeteksi oleh keberadaan indikator-indikator ekonomi tersebut. Dengan demikian tindakan untuk menyeimbangkan pun dapat lebih cepat dilakukan berkat adanya deteksi dini.

Telah dijelaskan pada artikel sebelumnya bahwa untuk menganalisa perkembangan ekonomi sebuah negara (macro economy), terdapat 4 faktor yang harus terus menerus diamati. Indikator-indikator ekonomi tersebut tersebar pada pengelompokan dibawah ini :

1. kecukupan produksi,
2. kelancaran distribusi,
3. bagaimana hasilnya, dan
4. pengendalian yang dilakukan

Dua faktor pertama, produksi dan distribusi, adalah faktor yang saling berkaitan. Bila produksi turun maka akan berdampak pada distribusi, demikian pula sebaliknya.

Faktor ketiga ditujukan untuk mengevaluasi keseimbangan antara produksi dengan distribusi.

Faktor keempat akan digunakan apabila terdapat masalah pada faktor ketiga.

Misalnya dari hasil deteksi yang diberikan oleh faktor ketiga menunjukkan tingkat inflasi yang tinggi, maka barulah digunakan faktor keempat yaitu pengendalian agar produksi dan distribusi tetap seimbang dan agar roda ekonomi tetap berjalan normal.

Indikator yang digunakan pada tiap faktor sangatlah banyak dengan nama yang bermacam-macam. Tujuannya agar terjadi saling konfirmasi diantara indikator-indikator tersebut. Bila terdapat sebuah indikator ekonomi yang salah maka akan segera diketahui karena angkanya tidak cocok dengan indikator lainnya.

Mengagumkan bukan? Sangat logis, tertata rapi, dan terstruktur dengan baik.

Satu hal yang perlu diketahui bahwa pengelompokan diatas adalah hasil karangan sendiri dengan tujuan agar lebih mudah dipahami.

Hal ini dapat dimaklumi karena fundamental analisys bukanlah sesuatu yang mudah. Diperlukan pemahaman perihal macro economy, kemampuan untuk mengelompokkan indikator-indikator tersebut, dan kemudian menarik hubungan antara satu indikator dengan indikator lainnya. Barulah kemudian dapat dianalisa dampaknya. Sangat ribet

Pernah ditulis pada artikel: Price Action Strategy bahwa menjelaskan segala sesuatu yang bersifat teknis jauh lebih mudah daripada menjelaskan prinsip dasar dan hubungan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, lebih banyak situs yang menulis hal bersifat teknis (definisi atau fungsi dari masing-masing indikator ekonomi) daripada menjelaskan hubungan indikator yang satu dengan yang lain dan bagaimana cara mengaplikasikannya.

Dengan hanya berbekal ilmu yang diperoleh dari membaca artikel, dijamin Anda semua akan paham bagaimana memanfaatkan news sehingga dapat memperoleh profit dengan mudah pada saat terjadi news release.

Memanfaatkan news amatlah mudah, tetapi mengajarkan caranya yang repot karena haruslah detil. Hal ini karena harus dipahami terlebih dahulu ilmu makro ekonomi agar nantinya dapat melakukan analisa fundamental dengan baik.

Kebanyakan tidaklah paham akan hal ini dan hanya berpatokan pada angka-angka yang diberikan oleh satu indikator ekonomi, misalnya angka Non Farm Payroll naik dari 300 ribu menjadi 375 ribu.

Nah, yang dilakukannya adalah langsung melakukan entry buy, tanpa paham kalau kadang kala market bisa saja merespond sebaliknya sehingga yang harus dilakukan adalah sell dan bukan buy.

Hal ini dikarenakan antara indikator ekonomi saling terkait dan berhubungan satu dengan yang lainnya. Sehingga tidak bisa bila hanya menggantungkan diri pada satu indikator tanpa memperhitungkan pengaruhnya pada indikator lainnya dan dampaknya pada kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Agar lebih jelas, dibawah ini adalah Forex Economic Calendar bulan Maret 2012 dari forexfactory.com :



Economic Calendar isinya adalah indikator-indikator ekonomi dimana waktu pemberitaannya (news release) telah terjadwal.

Indikator tersebut ditandai dengan warna merah (high impact news – memiliki pengaruh besar), warna oranye (medium impact news – sedang), warna kuning (low impact news – rendah), dan warna putih (no impact news – tidak berpengaruh).

Yang perlu diwaspadai adalah indikator yang berkategori high impact dan medium impact karena dampaknya dapat mengguncangkan market.

Kenapa bisa begitu?

Sebelum dapat menjawabnya, perlu dipahami terlebih dahulu fungsi dari indikator ekonomi.

Indikator ekonomi (Economic indicator) berfungsi untuk mencerminkan 3 hal yaitu:

yang sudah terjadi – Laging indicators
menjelang terjadi – Leading indicators
sedang terjadi – Coincident indicators

Yang diberitakan pada high impact dan medium impact news kebanyakan adalah Leading indicators dan Coincident indicators.

Dengan kata lain, high atau medium impact news yang berpotensi mengguncangkan market adalah berita perihal kondisi ekonomi yang sedang terjadi (Coincident indicators) atau yang akan terjadi (Leading indicators) berdasarkan hasil pantauan indikator-indikator ekonomi yang ada.

Perlu dipahami bahwa trading adalah masalah ekspektasi.

Kalau semua orang ekspektasinya (kekhawatirannya) di masa mendatang ekonomi akan memburuk maka mereka akan beramai-ramai melakukan sell. Sebaliknya, bila ekspektasinya (harapannya) ekonomi akan membaik maka akan beramai-ramai melakukan buy. Meskipun, kondisi ekonomi pada saat tersebut belum seburuk yang dikhawatirkannya atau sebaik yang diharapkannya.

Untuk memudahkan, berikut dibawah ini pengelompokan news ke dalam 4 buah faktor sebagaimana telah dijelaskan diatas:



 1. Kecukupan produksi:
  • Tenaga kerja:
    • ADP Non-Farm Employment Change
    • Non-Farm Employment Change / Non-Farm Payrolls (NFP)
    • Unemployment Claims
    • Unemployment Rate
  • Bahan baku:
    • Crude Oil Inventories
    • Natural Gas Storage
    • Building Permits
    • Housing Starts
  • Tingkat produksi:
    • ISM Manufacturing PMI
    • ISM Non-Manufacturing PMI
    • Philly Fed Manufacturing Index
    • Empire State Manufacturing Index 

 2. Kelancaran distribusi (sandang, pangan, papan, dan kebutuhan sekunder):
  • Core Retail Sales
  • Retail Sales
  • New Home Sales
  • Pending Home Sales
  • Existing Home Sales
  • Core Durable Goods Orders 

 3. Bagaimana hasilnya:
  • Keyakinan konsumen:
    • Prelim UoM Consumer Sentiment
    • Revised UoM Consumer Sentiment
    • CB Consumer Confidence
  • Keyakinan Investor:
    • Tingkat inflasi:
      • PPI
      • Core PPI
      • CPI
      • Core CPI
    • Tingkat investasi:
      • Standard & Poors (S&P) Composite Index
      • TIC Long-Term Purchases
      • Bank Stress Test
    • Kondisi ekonomi:
      • Trade Balance
      • Final GDP 

 4. Pengendalian yang dilakukan:
  • Kebijakan Moneter:
    • Federal Funds Rate
    • FOMC Statement
    • Fed Chairman Speaks/Testifies
    • FOMC Member Speaks
  • Kebijakan Fiskal:
    • Federal Budget Balance
    • Treasury Secretary Speaks
    • Perpajakan 

Contoh aplikasi fundamental analysis adalah sebagai berikut:

Terlihat bahwa kegiatan distibusi sangatlah lancar sehingga Core Retail Sales hanya mengalami penurunan sedikit yaitu dari 0,9% menjadi 0,8% dan berhasil melebihi prediksi yang hanya 0,6%. Sedangkan Retail Sales mengalami peningkatan tajam yaitu dari semula minus 1% menjadi 0,8% atau 2 kali lipat daripada yang diprediksikan hanya sebesar 0,4%.
Terlihat juga bahwa angka-angka yang diberitakan melebihi hasil prediksi (forecast).
Kalau hanya melihat angka-angka ini maka diperoleh gambaran bahwa penjualan ritel sangatlah bergairah. Menandakan bahwa konsumen memiliki uang untuk dibelanjakan. Barang maupun jasa pun tersedia dalam jumlah yang mencukupi.
Bila kita perhatikan lagi detil news diatas, terdapat 3 buah news yang diberitakan saat ini yaitu 2 buah high impact news (warna merah) yaitu Core Retail Sales dan Retail Sales, dengan 1 buah medium impact news (warna oranye) yaitu Empire State Manufacturing Index dimana mengalami penurunan sampai sepertiga dari semula 20,2 menjadi hanya 6,6.
Nah, bingung khan?
Terdapat 2 buah high impact news yang dampaknya positif dan 1 buah medium impact news yang berdampak negatif. Pilih mana, buy atau sell?
Hitung-hitungan sederhananya, seharusnya dilakukan sell. Tentunya dinamakan high impact karena pengaruhnya lebih besar daripada yang medium impact.
Seharusnya dengan 2 buah angka high impact tersebut maka kondisi USD akan cenderung menguat. Sehingga bila dilakukan trading pada EURUSD maka yang dilakukan adalah Sell karena EUR melemah dan USD menguat.
Forex trading dapat diibaratkan seperti halnya berdagang kaleng permen. Sedangkan trading saham dapat diibaratkan seperti halnya berdagang permen (yang berada di dalam kaleng permen).
Dengan asumsi diatas, maka fundamental analysis dalam forex haruslah selalu berfokus pada kaleng permen tersebut. Dengan kata lain, kita harus melihat pada sesuatu yang dampaknya luas, yaitu berdampak pada negara tersebut.
2 buah high impact news yang dampaknya positif diatas, tidaklah berdampak luas. Peningkatan Core Retail Sales dan Retail Sales hanya sekedar menunjukkan bahwa kondisi dunia usaha terutama di retail sector sangat bergairah saat ini. Tetapi tidak menunjukkan kondisi produksi dan distribusi secara keseluruhan pada negara tersebut.
Dampak secara keseluruhan baru terlihat jelas bila Empire State Manufacturing Index ditambahkan pada komponen Core Retail Sales dan Retail Sales.
Terlihat bahwa kondisi distribusi meningkat tajam (peningkatan Core Retail Sales dan Retail Sales) tetapi tidak diimbangi dengan produksi yang cukup (penurunan Empire State Manufacturing Index).
Bila hal ini berkelanjutan maka akan timbul kenaikan harga (inflasi) dikarenakan jumlah yang diproduksi lebih sedikit daripada jumlah yang dijual. Bila dibiarkan maka suatu saat nanti konsumen tidak lagi mampu berbelanja dikarenakan harga membumbung tinggi diluar kemampuannya. Akibatnya, roda ekonomi tidak berjalan.
Nah, terlihat bahwa analisa ini menunjukkan sesuatu yang berdampak lebih luas.
Berdasarkan analisa diatas maka yang harus dilakukan untuk EURUSD adalah buy. Dikarenakan kita semua berasumsi bahwa kondisi ekonomi US pada masa mendatang cenderung suram akibat jumlah produksi lebih sedikit daripada jumlah konsumsi dan distribusi.
Berikut adalah chart M15 EURUSD pada saat news tersebut di release:

Terlihat bahwa EURUSD bersiap-siap “terbang ke atas” dan bukan “menukik ke bawah”  
Pada artikel terdahulu telah diuraikan bahwa insider trading atau melakukan trading dengan bekal “bocoran” informasi adalah kegiatan yang terlarang dan dapat dipidanakan. Hanya saja hal ini sekedar teori  
Pada market apapun, selalu ada saja orang-orang tertentu yang memiliki “bocoran” informasi. Orang-orang seperti inilah yang selalu masuk ke market terlebih dahulu memanfaatkan informasi yang diperolehnya.
Oleh karenanya, selalu saya katakan jangan terlalu pusingkan dengan fundamental news. Percuma saja karena kita pasti kalah cepat dengan mereka-mereka itu. Kita baru tahu fundamental news setelah resmi diberitakan, sedangkan mereka sudah mengetahuinya beberapa jam sebelum diberitakan.
Satu-satunya cara untuk mengalahkan mereka hanyalah menggunakan chart.
Chart akan menunjukkan kepada kita semua apakah mereka sudah masuk terlebih dahulu atau tidak. Chart adalah detektor yang dapat kita gunakan untuk mendeteksi keberadaan dana mereka.
Seperti telah dijelaskan pada artikel terdahulu, tidak perlu repot-repot menganalisa volume untuk mengetahui jumlah dana. Cukup lihat panjang pendeknya candle, bila semakin panjang maka menunjukkan semakin banyak dana yang masuk.
Perhatikan tinggi candle sebelumnya candle saat ini, cukup panjang sampai-sampai mengalahkan beberapa candle sebelumnya. Candle tersebut adalah candle yang terbentuk 15 menit sebelum news secara resmi diberitakan.
Coba kita pikir bersama-sama, buat apa ada candle sepanjang itu kalau news-nya saja belum diberitakan?
Apalagi candle ini terbentuk 15 menit sebelum news secara resmi diberitakan, seolah-olah candle ini sedang “menunggu” sesuatu.
Sudah jelas pemilik candle tersebut adalah mereka yang telah mendapatkan “bocoran” informasi 

15 menit telah berlalu dan candle yang baru telah terbentuk. Tetapi harga tidak juga melesat ke atas, padahal tanda-tandanya sudah jelas dengan adanya candle pemilik “bocoran” informasi, biasanya mereka hanya trading bila candle benar-benar akan melesat setinggi langit  
Berarti ada sesuatu yang ditunggu oleh mereka.
Hal ini juga membuktikan bahwa hasil penjumlahan antara komponen Empire State Manufacturing Index dengan komponen Core Retail Sales dan Retail Sales tidaklah mampu mengguncangkan market. Candle hanya naik sedikit karena tidak ada pemilik dana besar yang tertarik untuk mendorong candle.
Berikut detil forex economic calendar berikutnya :


Ternyata terdapat high impact news berikutnya yaitu TIC Long Term Purchases yaitu indikator aliran dana investasi. Indikator ekonomi ini memiliki dampak luas karena menggambarkan kondisi bergairah tidaknya iklim investasi di US. Bila terjadi perbedaan angka yang ekstrim antara bulan lalu dan prediksi (forecast) maka dampaknya akan mengguncang market.
Terlihat bahwa iklim investasi suram, data yang ditunjukkan TIC Long Term Purchases hanya sebesar 10,1 atau terjadi penurunan 90% dari sebelumnya yang berada di angka 102,4.
Angka prediksi pun menunjukkan penurunan yang ekstrim. Ehm, pantas saja sudah ada candle “bocoran” 
Pemilik candle “bocoran” ini disamping orang-orang yang telah mendapatkan informasi terlebih dahulu, juga orang-orang yang paham betul memanfaatkan news.
Mereka paham bahwa dampak dari TIC Long Term Purchases sangat luas, apalagi dengan ditambah angka prediksi yang ekstrim. Bila angka yang diberitakan lebih ekstrim lagi daripada angka prediksi maka sudah pasti candle akan terbang bak meteor.
Fundamental news TIC Long Term Purchases inilah yang akhirnya membuat candle melesat ke angkasa dan bukan Retail Sales. Bahkan akibat adanya news ini, trend yang semula menuju ke bawah menjadi berubah menuju ke atas.
Karena dengan iklim investasi di US yang cenderung suram maka market berasumsi bahwa pondasi (fundamental) ekonomi US menjadi lebih rapuh daripada Euro. Akibatnya nilai USD melemah dan nilai EUR menguat.


Bila para pembaca memperhatikan lalu lintas news di internet, terlihat bahwa news perihal kenaikan Retail Sales lebih banyak diberitakan daripada perihal Empire State Manufacturing Index atau TIC Long Term Purchases. Padahal jelas-jelas 2 buah indikator inilah yang menyebabkan pergerakan harga di forex.
Terdapat 2 penyebab untuk hal ini:
hanya ikut-ikutan menyebarkan berita, tanpa paham maksudnya
berpengaruh pada market lain yang lebih populer
Kebanyakan media, baik media masa, media online, media televisi, selalu bekerja sama dengan media lainnya. Sehingga terjadi saling tukar menukar berita dan mereka memberitakan apapun yang diperoleh. Berita finansial bukanlah berita yang mudah dipahami (tidak seperti berita kejahatan, hanya yang paham betul saja yang tahu dampaknya. Reporter media-media tersebut hanyalah sekedar memberitakan saja tanpa paham maksudnya.
Sehingga kalau media lainnya memberitakan, apa salahnya ikutan juga memberitakan, biar tambah ramai  
Apalagi dengan berkembangnya internet saat ini, banyak yang melakukan copy paste berita finansial dari manapun dan kemudian menyebarkan kemana-mana tanpa paham apa maksud dari berita tersebut.
Kalau yang copy paste saja gak ngerti, apalagi yang sekedar baca khan 
Padahal maksud dari kenaikan Retail Sales diberitakan dimana-mana karena pengaruhnya ke bursa saham.
Seperti telah dijelaskan diatas, dengan naiknya Retail Sales maka kondisi retail sector sangat bergairah. Artinya, perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang retail omsetnya meningkat tajam. Nah, labanya pun pasti meningkat sehingga harga sahamnya pun meningkat.
Sehingga yang terjadi, meskipun USD merosot nilainya di forex market tetapi saham-saham perusahaan US justru melesat naik di bursa saham.
Contoh kedua aplikasi fundamental analysis sebagaimana ditanyakan oleh Pak Rizki, yaitu perihal high impact news – Building Permits.

Terlihat pada economic calendar diatas, sebentar lagi akan terjadi 2 buah news yaitu Building Permits (high impact) dan Housing Starts (medium impact). Keduanya berada pada faktor Produksi berdasarkan pengelompokan sebagaimana telah dijelaskan diatas.
Angka prediksi (forecast) pun tidaklah ekstrim, hanya naik sedikit dan tidak berbeda banyak dengan sebelumnya.
Bila diasumsikan Building Permits dan Housing Starts memiliki angka yang baik maka USD akan menguat dan EUR melemah. Sehingga yang harus dilakukan di EURUSD adalah Sell.
Seperti telah diuraikan diatas, fundamental news yang dapat mengguncang market hanyalah yang berdampak luas.
Building Permits dan Housing Starts seandainya angkanya buruk pun, tidaklah berdampak luas karena hanya berpengaruh pada faktor produksi saja dan tidak mempengaruhi faktor distribusi.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh Building Permits dan Housing Starts tidaklah signifikan di market. Candle tidaklah bergerak banyak akibat adanya news ini.
Mari kita buktikan bersama dengan chart EURUSD M15 dibawah ini:

Terlihat saat ini trend mulai menunjukkan pertanda akan turun kebawah, tetapi tertahan pada support. Candle saat ini terlihat akan naik ke atas, tetapi masih lebih kecil daripada candle yang diberi panah kuning.
Sehingga dapat diasumsikan bahwa pergerakan trend akan tetap ke bawah, terkecuali bila candle saat ini tingginya melebihi candle dengan panah kuning. Akan tetapi, hal ini tidak mungkin terjadi dikarenakan Building Permits dan Housing Starts diprediksikan angkanya baik sehingga USD cenderung menguat.
Berikut adalah 3 buah gambar pergerakan candle M15 saat terjadi news:

Perhatikan candle sebelumnya, candle “kosong melompong”.
Artinya, untuk news ini tidak ada yang berminat untuk melakukan trading berbekal “bocoran” informasi dengan cara melakukan entry terlebih dahulu. Dari sini saja sudah dapat ditebak kalau news ini tidaklah berpengaruh banyak.
Terlihat dampak kedua news tersebut tidaklah signifikan, candle tidak bergerak kemana-mana, hanya naik turun ditempat yang sama.
Berikut adalah angka resmi yang diberitakan oleh economic calendar:

Angka resmi yang diberitakan tidaklah berbeda jauh denga prediksi maupun angka bulan sebelumnya, sehingga pengaruhnya pun tidak dapat mengguncangkan market.
Meskipun sudah 40 menit berlalu sejak Building Permits dan Housing Starts resmi diberitakan, candle tetap saja “bingung” dan tidak bergerak kemanapun, hanya naik turun disitu-situ saja.